-->

Iklan

Makassar: Saat Angin Mengadili”

BERWA
Minggu, 01 Februari 2026, 4:14 PM WIB Last Updated 2026-02-01T08:14:57Z



Angin datang bukan sebagai kabar,

Melainkan sebagai vonis

Menderu dari arah yang tak kita kenal,

Membawa murka yang tak sempat kita tafsirkan.


Makassar mendadak tak punya waktu

Untuk bersolek, pohon-pohon tua

Yang selama ini kita anggap setia,

Tumbang satu per satu seperti penjaga yang kalah

Di medan yang tak terlihat.


Atap-atap rumah melayang, bukan terbang

Melainkan direnggut,

Seperti harga diri yang dicabut paksa

Dari kepala sebuah keluarga.


Jalanan yang biasanya gaduh

Oleh klakson dan langkah,

Tiba-tiba menjadi panggung bisu:

Kendaraan tersendat, arus tersumbat,

Dan manusia berdiri sebagai penonton

 

Angin mengajari kita

Bahwa kekuatan bukan milik tangan,

Bukan milik harta, bukan milik jabatan,

Melainkan milik semesta

 

Yang kapan saja dapat berkata:

 “Diamlah… dan tunduklah.”

Maka kita berlindung, kita menghindar,

Kita menutup pintu dengan gemetar yang disembunyikan,

 

Seraya mengakui dalam hati:

Bahwa rumah tak selalu tempat paling aman,

Bahwa kota tak selalu kuat,

Dan bahwa kita tak lebih dari makhluk

Yang hanya bisa bertahan

Di sela-sela ampunan-Nya.


by. syakhruddin tagana

Makassar, 1 Februari 2026

Komentar

Tampilkan

  • Makassar: Saat Angin Mengadili”
  • 0

Terkini

Topik Populer