-->

Iklan

Pasca Banjir : Petani Gagal Panen dan Eceng Gondok Menutupi Sebagian Lahan Persawahan di Salomenraleng

Sabtu, 12 Februari 2022, 12:37 PM WIB Last Updated 2024-02-24T05:35:36Z

BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Tempe, Hujan deras yang melanda Kabupaten Wajo sepanjang tahun 2021 mengakibatkan banjir di beberapa titik lokasi. Terkhusus di Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe yang menjadi titik rawan banjir dan menjadi langganan banjir ketika hujan deras menerpa. Terhitung sepanjang tahun 2021 beberapa kali banjir melanda di lokasi ini yang megakibatkan kerugian materiil bagi masyarakat yang terdampak.

Pada akhir tahun 2021, ketinggian banjir mencapai 1 meter selama sebulan. Tidak hanya hujan deras, angin kencang pun juga ikut mewarnai perubahan iklim saat itu. Akibatnya lumpur tanah juga ikut terbawa bersama banjir, bahkan tanaman eceng gondok yang tumbuh subur di danau tempe juga ikut terbawa ke pemukiman warga.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Salomenraleng, Ahsan mengatakan, Banjir di Kelurahan Salomenraleng menggenangi selurah wilayah kelurahan. Seluas 268 Ha yang terdiri dari 2 (dua) lingkungan yaitu lingkungan Bakke Alau dan Bakke Orai.

Dampak dari banjir di wilayah kelurahan Salomenraleng menghanyutkan 1 rumah warga dan menenggelamkan pertanaman warga berupa padi, cabe, jagung dan pertanaman lainnya. Tidak hanya itu setelah banjir surut, eceng gondok yang terbawa dengan arus banjir di pemukiman warga menutupi sebagian areal persawahan warga.

“Luas arel persawahan di Kelurahan Salomenraleng seluas 91,20 Ha, dimana seluruhnya terkena banjir. Akibatnya terjadi puso pada pertanaman padi yang telah ditanam. Beberapa kali petani melakukan penanaman ulang, namun ketika padi sudah mulai masuk fase pertumbuhan generatif, banjir pun kembali melanda. Banyak sekali kerugian materiil yang dialami oleh para petani”.’kata Fatmawati, PPL kel. Salomenraleng.

Menurutnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo  Ir. Muhammad Ashar kali memberikan bantuan banjir berupa benih padi. Tercatat ada 5 kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih padi. Namun semua benih padi yang ditanam tersebut gagal panen/puso akibat banjir.

Tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian lahan persawahan pasca banjir menimbulkan masalah tersendiri bagi para petani dalam mengolah lahannya. Berbagai macam cara dilakukan untuk menyingkirkan tanaman tersebut, seperti membakar, mengumpulkan di pematang sawah hingga menyemprot herbisida. Namun cara ini tidak terlalu efisien karena membutuhkan waktu yang lama untuk memusnahkan tanaman eceng gondok tersebut. Akibatnya beberapa petani membiarkan lahannya dan memilih pekerjaan lain.

Beberapa lahan yang bersih dari eceng gondok kembali diolah untuk ditanami. Petani berharap ada bantuan solusi dari pemerintah untuk membantu memusnahkan eceng gondok yang menutupi lahan-lahan mereka. Supaya mereka kembali melakukan aktifitas pertanaman dan lambat laun memperbaiki kondisi keuangan mereka akibat kerugian yang dialami.

Penulis : Irwansyah

Editor   : Edi Prekendes

Komentar

Tampilkan

  • Pasca Banjir : Petani Gagal Panen dan Eceng Gondok Menutupi Sebagian Lahan Persawahan di Salomenraleng
  • 0

Terkini

Topik Populer