-->

Iklan

Donasi Sepeda untuk Muh Akmal Siswa yang Berjuang ke Sekolah Jalan Kaki 20 KM

BERWA
Sabtu, 13 September 2025, 9:56 AM WIB Last Updated 2025-09-13T12:21:38Z



BERITAWAJO.ID, SENGKANG - Meski terlahir dari keluarga tidak mampu, namun tekad kuat untuk menempuh pendidikan tidaklah pernah surut. Penuh gairah seakan mengejar mimpi masa depan, yang menawarkan secercah harapan.


Muhammad Akmaluddin, siswa Kelas IX C MTS As'adiyah No. 2 Bontouse, dengan langkah kecil menyusuri jalan menuju ke sekolahnya. Semangatnya tak pernah memudar untuk belajar. Di usianya yang masih belia, seakan mengerti bahwa hanya dengan pendidikan mungkin ia bisa mengubah nasib keluarganya yang tidak mampu.



Buah pasangan Aras dengan Indo Ala yang kini tinggal di  Cenranae, Kelurahan Tancung ini, begitu sumringah saat menerima donasi bantuan sepeda untuk dipakai ke sekolah. Donasi ini digagas oleh H. Anwar (mantan anggota DPRD Wajo) bersama dengan warga setempat. Donasi yang terkumpul sebesar Rp. 2.500.000 akhirnya bisa dipakai membeli sepeda untuk Muhammad Akmal.


Suatu ketika H. Anwar berkendara dan melihat beberapa anak-anak pulang sekolah dengan jalan kaki. H. Anwar pun menawarkan kepada anak-anak tersebut untuk naik ke mobilnya. Namun seorang anak lagi yang kelihatannya berbeda, ia semula menolak untuk menumpang mobil, namun H. Anwar tetap menawarkan tumpangan.


"Semula saya mengira rumahnya dekat, ternyata jauh. Dia setiap hari menempuh jarak ke sekolah pulang pergi (pp) -kurang lebih 20 Km- dari sekolahnya. Dalam perjalanan saya antar ke rumahnya, ia bercerita kalau terpaksa jalan kaki ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, itu dilakukan untuk menutupi uang jajan di sekolah Rp. 10.000, perhari," ungkap H. Anwar. 


Sehingga, sebut H. Anwar, Muhammad Akmal lebih memilih jalan kaki. Karena kalau digunakan untuk biaya transportasi ke sekolah, maka bisa dipastikan Muhammad Akmal tidak memiliki uang jajan lagi. 



Kepala MTS As'adiyah No. 2 Bontouse, Jumriani, S.Fil yang dihubungi Berwa, membenarkan jika Muhammad Akmal adalah siswanya, kini menempuh pendidikan di kelas IX C MTS As'adiyah No. 2 Bontouse. Bahkan Muhammad Akmal pernah tinggal di rumah kepala sekolah selama satu lebih. "Namun sejak suami kakaknya meninggal, Muhammad Akmal pulang ke Cenranae," ungkap Jumrinani.


Jumriani prihatin dengan kondisi siswanya tersebut, terkadang ada teman-teman sekolahnya yang memboncenng, kemudian Muhammad Akmal melanjutkan perjalanan untuk sampai ke rumahnya. "Memang siswa kami tersebut dari keluarga tidak mampu, namun tekadnya untuk tetap sekolah begitu kuat," ujar Jumriani.


Melihat kondisi adanya siswa yang kurang mampu ini, yang harus menempuh rute kurang lebih 20 Km pulang pergi untuk ke sekolah, menjadi gambaran bahwa masih ada anak-anak sekolah dan mungkin banyak yang belum diketahui, yang harus berjuang untuk menuntut ilmu. Menurut H. Anwar, pemerintah diharapkan lebih peka melihat fenomena dan situasi seperti yang dialai Muhammad Akmal, Siswa MTS As'adiyah No. 2 Bontouse.(Red)


Editor : Edi Prekendes


Komentar

Tampilkan

  • Donasi Sepeda untuk Muh Akmal Siswa yang Berjuang ke Sekolah Jalan Kaki 20 KM
  • 0

Terkini

Topik Populer