BERITAWAJOID, - Langit yang biasanya menjadi tempat suamiku menjemput rezeki, sore ini terasa begitu kelam. Kabar dari Perbukitan Bulusaraung itu memecah kepingan hatiku. Di sana, di antara lereng terjal dan kobaran api, ada separuh jiwaku yang sedang berjuang.
Biasanya, ia yang mengendalikan kemudi di atas awan. Namun saat ini, aku hanya bisa menyerahkan kemudi takdir kepada Sang Pemilik Semesta.
Terima kasih bagi Tim Medis dan Relawan yang kini sedang mendaki terjalnya Leang-Leang, Maros. Kalian adalah perpanjangan tangan Tuhan bagi kami yang sedang dalam kecemasan. Mohon ringankan langkah mereka, mudahkan akses bagi kendaraan evakuasi.
"Ya Allah, Sang Pemilik Jiwa... Engkau Maha Mendengar detak jantung yang sedang ketakutan. Jika di sana dingin, selimutilah suamiku dan seluruh penumpang dengan kehangatan-Mu. Jika di sana gelap, terangi mereka dengan cahaya keselamatan-Mu."
"Bawalah ia pulang kembali ke pelukanku. Berikan mukjizat-Mu untuk setiap nyawa yang sedang menanti jemputan evakuasi di puncak itu. Amin Ya Rabbal Alamin." 🤲
Untukmu yang sedang di sana...
Jangan menyerah pada dingin, jangan kalah oleh lelah. Ada doa yang tak putus-putus aku layangkan hingga ke langit ketujuh agar kau kembali ke rumah.
Mohon bantuan teman-teman untuk terus membagikan informasi ini dan menyisipkan doa di setiap sujud kalian. Satu doa dari kalian sangat berarti bagi keselamatan mereka.
PrayForATR400 😇


