BERITAWAJO.ID, - "Mas, kamu di mana, Sayang?"
Kalimat itu terus bergulir di bibirku, namun hanya sunyi yang menjawab. Sejak kabar tentang hilangnya kontak ATR 400 itu tersiar, duniaku seolah berhenti berputar. Pandanganku tak lepas dari cakrawala, menatap gumpalan awan yang kemarin merengkuh pesawatmu, berharap ada satu titik kecil di sana yang membawa kabar baik tentangmu
Baca Juga : 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗺𝗽𝘂𝘁 𝗠𝘂𝗸𝗷𝗶𝘇𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗠𝗮𝗿𝗼𝘀: 𝗗𝗼𝗮 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗜𝘀𝘁𝗿𝗶
Setiap kali ponselku bergetar, jantungku berdegup kencang, berharap itu adalah suaramu yang menyapa dengan nada tenang seperti biasanya. Namun, frekuensi itu tetap diam, menyisakan ruang hampa yang menyesakkan dada. Di antara deru mesin yang kini tak terdengar dan koordinat radar yang memudar, aku hanya bisa melangitkan doa-doa yang paling tulus.
Pulanglah, Sayang. Bawalah kembali nyawa-nyawa itu bersamamu. Karena bagi kami yang menunggu di sini, keselamatanmu adalah satu-satunya mukjizat yang kami nantikan.
#fyp #beritaviral #pilot


