BERITAWAJO.ID, - Nama Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji pernah menjadi sorotan nasional pada awal dekade 2010-an. Perwira tinggi Polri bintang tiga ini dikenal sebagai sosok yang berani “membuka aib” institusinya sendiri dengan membongkar berbagai dugaan skandal besar di tubuh kepolisian dan penegakan hukum.
Saat menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji mengungkap praktik mafia hukum yang menyeret nama-nama besar aparat penegak hukum. Salah satu kasus paling menghebohkan adalah skandal Gayus Tambunan, pegawai pajak dengan kekayaan fantastis yang belakangan terbukti terlibat dalam praktik suap dan penggelapan pajak.
Pengakuan Susno Duadji kala itu membuat publik terkejut. Ia secara terbuka menyebut adanya “cicak vs buaya”, istilah yang menggambarkan konflik antara KPK dan Polri, serta mengungkap dugaan permainan hukum di internal aparat. Keberaniannya menuai simpati luas dari masyarakat yang menilai Susno sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi.
Namun, langkah tersebut juga membawa konsekuensi besar. Susno Duadji kemudian terseret berbagai perkara hukum dan akhirnya divonis bersalah dalam kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat serta penyalahgunaan wewenang. Ia dijatuhi hukuman penjara dan resmi mendekam di balik jeruji besi.
Setelah bebas pada tahun 2015, Susno Duadji memilih menjauh dari hiruk-pikuk politik dan sorotan media. Ia menetap di Pagar Alam, Sumatera Selatan, dan menjalani kehidupan sederhana sebagai petani.
#polisi #susnoduadji #gayus


