BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Wajo resmi mengukuhkan Dewan Pengawas dan Penasehat (DPP) serta Pengurus ORARI Lokal Wajo Masa Bakti 2026–2029 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Baruga Lampulung Sengkang Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema "Berkomunikasi, Berkarya, Berbakti" dengan slogan "Melayani Komunikasi, Mengabdi untuk Negeri, Bersatu dalam Frekuensi, Solid dalam Organisasi."
Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ORARI, pembacaan Kode Etik Amatir Radio, pembacaan Surat Keputusan Ketua ORARI Daerah Sulawesi Selatan, prosesi pengukuhan DPP dan Ketua ORARI Lokal Wajo beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2029, penyerahan Surat Keputusan, sambutan-sambutan, doa, hingga penutupan.
Ketua ORARI Lokal Wajo Ajak Seluruh Anggota Bersatu
Ketua ORARI Lokal Wajo yang baru dikukuhkan, H. Sukri Keku, YC8EGL, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ia menegaskan kepengurusan yang baru berkomitmen menjalankan organisasi secara profesional, transparan, serta menjunjung tinggi AD/ART ORARI.
"Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Karena itu kami mengharapkan dukungan, masukan, dan kerja sama seluruh anggota agar program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
H. Sukri juga mengajak seluruh anggota ORARI Lokal Wajo menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi kemajuan organisasi.
"Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, namun semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan kita. Mari bersama-sama membawa ORARI Lokal Wajo semakin maju, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
ORARI Sulsel: Saatnya Rekrut Amatir Radio Milenial
Sementara itu, sambutan Ketua ORARI Daerah Sulawesi Selatan disampaikan oleh perwakilan ORARI Daerah Sulsel, Kabid Operasi dan Teknik Orda Sulse Ir. H. Arfan Tualle, MBA. YB8DKL didampingi sejumlah pengurus ORDA Sulsel, di antaranya Kabid Organisasi Orda Sulsel Drs. H. Mansyur. Harum, SH. YB8CMK, serta beberapa koordinator wilayah.
Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ORARI Lokal Wajo yang baru dilantik dan berharap mampu menjalankan amanah hasil Musyawarah Lokal dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, musyawarah lokal bukan hanya memilih ketua, tetapi juga menjadi forum pertanggungjawaban pengurus sebelumnya serta menyusun program kerja organisasi untuk periode mendatang.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap menurunnya jumlah anggota ORARI di Sulawesi Selatan.
"Jumlah anggota ORARI Sulsel mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu kami berharap kepengurusan baru mampu merekrut generasi muda atau amatir radio milenial," katanya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melalui kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Wajo.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk mengenalkan dunia amatir radio kepada generasi muda sekaligus memperkuat regenerasi organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa ORARI merupakan organisasi amatir radio yang diakui secara internasional melalui sistem callsign dan ujian negara bagi setiap calon amatir radio.
"Amatir radio bukan sekadar hobi, tetapi juga merupakan cadangan komunikasi nasional yang sangat dibutuhkan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat," ujarnya.
Ia berharap seluruh anggota tetap solid setelah proses pemilihan ketua selesai.
"Bersatu dalam frekuensi dan solid dalam organisasi harus benar-benar diwujudkan agar ORARI Lokal Wajo semakin berkembang," tambahnya.
Pemkab Wajo Dorong ORARI Perkuat Kolaborasi
Sambutan Bupati Wajo disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Wajo, H. Ahmad Jahiran, AP., M.Si, yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan pengukuhan pengurus ORARI Lokal Wajo.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dan berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberadaan ORARI memiliki peran strategis terutama dalam membantu komunikasi saat kondisi darurat maupun bencana ketika jaringan telekomunikasi umum mengalami gangguan.
"Ketika komunikasi lain terputus, radio amatir masih dapat digunakan. Inilah salah satu bentuk pengabdian nyata ORARI kepada masyarakat dan negara," ujarnya.
Ia juga mendorong ORARI agar terus berkolaborasi dengan media massa, pemerintah, serta berbagai pihak dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.
Selain sebagai wadah silaturahmi, menurutnya jaringan ORARI juga memiliki potensi besar dalam membangun jejaring sosial, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh anggota ORARI menjadikan komunikasi sebagai sarana menyebarkan kebaikan.
"Setiap komunikasi yang terjalin, setiap informasi yang disampaikan, dan setiap bantuan yang diberikan melalui ORARI menjadi ladang pahala dan manfaat bagi masyarakat. Mari terus berkolaborasi agar ORARI tetap berjaya di Wajo, Sulawesi Selatan, dan Indonesia," tutupnya.
Kegiatan pengukuhan berlangsung penuh keakraban dan dihadiri Anggota DPRD Wajo, unsur Forkopimda, pengurus ORARI Daerah Sulawesi Selatan, para pembina, Ketua Orari Lokal dari Berbagai Kabupaten, anggota ORARI Lokal Wajo, serta tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah,(Tim).
Editor: Edi Prekendes


