BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tugas sebagai aparat penegak hukum kerap harus dibayar dengan pengorbanan yang sangat besar.
Tiga anggota Polri yang gugur adalah IPDA (Anumerta) Sumariyanto, AIPTU (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, S.Sos., M.A.P., dan BRIPTU (Anumerta) Nopandri Ramadhana. Ketiganya mengembuskan napas terakhir saat menjalankan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba yang mendapat perlawanan dari para pelaku dan massa di lokasi kejadian.
Baca Juga : Tiga Polisi Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Pelaku Penyerangan Ditangkap
Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, Polres Wajo bersama Kapolres, staf, dan Bhayangkari menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya ketiga anggota Polri tersebut. Doa dipanjatkan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian mereka diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ketiga personel tersebut gugur ketika menjalankan amanah negara untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang terus mengancam generasi bangsa.
Pengorbanan mereka menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba bukanlah tugas yang mudah. Di balik setiap operasi, terdapat risiko besar yang harus dihadapi para aparat penegak hukum demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
BERITAWAJO.ID turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.
**Selamat jalan para Bhayangkara terbaik. Jasamu akan selalu dikenang. Pengabdianmu telah usai, namun semangatmu akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan melawan kejahatan demi bangsa dan negara.**
Editor : Edi Prekendes



