BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Kabar wafatnya Grt. H. Abd. Hannan Gatta, M.Ag di Kota Suci Makkah saat menunaikan ibadah haji membawa duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren As'adiyah, para santri, alumni, serta masyarakat Kabupaten Wajo.
Usai pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Darmawan, Sengkang, Jumat (3/7/2026), yang khutbahnya disampaikan oleh Drs. KH. Riyadhi Hamdah, M.HI, Edi Prekendes dari BERITAWAJO.ID berkesempatan mewawancarai beliau terkait kronologi wafatnya almarhum serta pesan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam keterangannya, KH. Riyadhi Hamdah menjelaskan bahwa almarhum merupakan jamaah haji Kloter 43 UPG yang juga tergabung dalam rombongan Yayasan Nurul As'adiyah. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, almarhum sempat menjalani perawatan di RSUD Lamaddukelleng Sengkang sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
"Setelah berkonsultasi dengan tim dokter, almarhum dinyatakan masih memungkinkan untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah beliau mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari wukuf di Arafah hingga beribadah di Masjidil Haram," ujar KH. Riyadhi.
Namun, sekitar sepekan sebelum keberangkatan jamaah menuju Madinah, kondisi kesehatan almarhum kembali menurun. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit An-Nur di Makkah dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz untuk menjalani operasi.
Menurut KH. Riyadhi, pascaoperasi kondisi almarhum sempat menunjukkan perkembangan yang baik. Akan tetapi, dua hari menjelang kepulangan jamaah ke Indonesia, kondisi kesehatannya kembali menurun hingga akhirnya berpulang ke rahmatullah.
"Istri beliau sempat kami ajak menjenguk di rumah sakit. Dengan penuh keikhlasan beliau menyampaikan bahwa apa pun yang menjadi ketentuan Allah SWT harus diterima dengan ikhlas. Itu menunjukkan ketabahan yang luar biasa," tuturnya.
Sebagai pimpinan Pondok Pesantren As'adiyah Atapangnge, KH. Riyadhi mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang selama ini mengemban amanah sebagai Kepala Madrasah Aliyah As'adiyah Atapangnge.
"Kami meyakini ini adalah ketentuan terbaik dari Allah SWT. Semoga beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah dan hajinya menjadi haji mabrur," ucapnya.
KH. Riyadhi juga menjelaskan bahwa sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, jamaah haji yang wafat di Tanah Suci dimakamkan di Makkah dan tidak dipulangkan ke Indonesia.
"Beliau telah dimakamkan di Makkah setelah Salat Asar. Proses pemakaman dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Sertifikat kematian dari pihak muassasah nantinya akan dikirimkan kepada keluarga di Indonesia sebagai dokumen resmi," jelasnya.
Ia menambahkan, keluarga almarhum tinggal di Jalan Veteran, Kompleks Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, para guru dan santri telah menggelar khataman Al-Qur'an serta Salat Gaib untuk mendoakan almarhum.
KH. Riyadhi berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi musibah tersebut.
Baca Juga : Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Gutunda H. Abd. Hannan Gatta
Sementara itu, Edi Prekendes, alumni Pondok Pesantren As'adiyah yang pernah menjadi murid almarhum saat menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah, turut menyampaikan belasungkawa.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Beliau adalah guru yang sangat baik, penuh keteladanan, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik para santri. Saya bersaksi beliau adalah sosok yang ikhlas mengabdi untuk As'adiyah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, menjadikan hajinya haji mabrur, dan menempatkan beliau di surga terbaik. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin," ujar Edi Prekendes
Wafatnya Grt. H. Abd. Hannan Gatta, M.Ag menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar As'adiyah. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pendidik yang mengabdikan hidupnya untuk mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan beriman.
Redaksi : BERITA WAJO




