-->

Iklan

Reuni IKA SMADA STIWA: Bukan Sekedar Pengukuhan, Tapi Momen Pulang untuk Bertemu Sahabat Lama

REDAKSI
Senin, 06 Juli 2026, 2:17 PM WIB Last Updated 2026-07-06T06:17:00Z



BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Ada kalanya sebuah undangan bukan sekadar mengajak hadir dalam sebuah acara, tetapi juga mengajak pulang pada kenangan. Itulah yang dirasakan banyak alumni ketika mendengar kabar akan digelarnya Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni SMADA STIWA Periode 2026–2029.


Meski pelaksanaannya untuk sementara ditunda karena Ketua Umum terpilih, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., harus mendampingi ibundanya yang sedang menjalani perawatan, semangat para alumni untuk kembali berkumpul justru tidak surut. Sebaliknya, rasa rindu terhadap teman-teman semasa SMA semakin menguat.


Bagi banyak alumni, pengukuhan bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ajang reuni yang telah lama dinantikan. Kesempatan untuk kembali duduk bersama, tertawa mengenang masa putih abu-abu, hingga berbagi cerita tentang perjalanan hidup masing-masing.


Ada yang kini menjadi guru, dokter, aparat negara, pengusaha, petani, dosen, jurnalis, hingga merantau ke berbagai daerah bahkan luar negeri. Waktu memang telah mengubah profesi dan kesibukan, tetapi kenangan sebagai keluarga besar SMADA STIWA tetap melekat di hati.


Tidak sedikit alumni yang mulai mencari nomor telepon teman seangkatan, membuka kembali grup WhatsApp, bahkan menghubungi sahabat yang telah bertahun-tahun tidak pernah bertemu setelah mendengar kabar pengukuhan. Semua berharap, saat jadwal baru diumumkan, mereka bisa kembali berkumpul dalam suasana penuh keakraban.


Salah seorang alumni Angkatan 1999 SMADA 2 Sengkang, Edi Prekendes, mengaku sangat merindukan momen tersebut. Baginya, reuni bukan hanya tentang bertemu teman lama, tetapi juga kesempatan mempererat kembali persahabatan yang sempat terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing.


Edi berharap dapat kembali dipertemukan dengan dua sahabat seperjuangannya semasa SMA, Muh. Saing dan Basnur, yang telah lama berpisah setelah menempuh jalan hidup masing-masing.


"Sudah bertahun-tahun kami tidak berkumpul bertiga. Saya berharap pengukuhan dan reuni IKA SMADA STIWA nanti menjadi momen yang mempertemukan kami kembali. Tentu akan sangat membahagiakan bisa mengenang masa-masa sekolah bersama," ungkap Edi.


Kini, Muh. Saing diketahui mengabdikan diri sebagai seorang prajurit TNI, sementara Basnur memilih jalan pengabdian sebagai anggota Polri. Meski memiliki profesi berbeda, persahabatan yang terjalin sejak duduk di bangku SMA diyakini tidak pernah pudar.


Harapan Edi juga mewakili kerinduan banyak alumni lainnya. Mereka ingin kembali bertemu dengan sahabat-sahabat lama, saling bertukar cerita tentang perjalanan hidup, keluarga, dan pengabdian selama puluhan tahun terakhir.


Pengukuhan pengurus baru diharapkan menjadi awal kebangkitan IKA SMADA STIWA sebagai wadah yang mampu mempererat silaturahmi lintas angkatan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi alumni, sekolah, dan masyarakat.


Karena sejatinya, reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Reuni adalah cara merawat persaudaraan agar tetap hidup, sekaligus menguatkan ikatan kekeluargaan yang telah terjalin sejak masa sekolah.


Kini seluruh alumni menanti pengumuman jadwal baru. Harapannya sederhana, namun penuh makna: datanglah, ajak teman seangkatan, dan jadikan Pengukuhan serta Reuni IKA SMADA STIWA sebagai momen untuk kembali menyatukan cerita yang sempat terpisah oleh waktu. Sebab, sahabat sejati mungkin tak selalu bertemu, tetapi tak pernah benar-benar saling melupakan.


Editor : Gopal 

Komentar

Tampilkan

  • Reuni IKA SMADA STIWA: Bukan Sekedar Pengukuhan, Tapi Momen Pulang untuk Bertemu Sahabat Lama
  • 0

Terkini

Topik Populer