BERITAWAJO.ID, TANASITOLO — Sampah plastik tidak selamanya harus berakhir di tempat pembuangan. Di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, muncul gagasan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi, Jum"at 11/9/26.
Gagasan tersebut datang dari Babinsa Desa Pakkanna Koramil 1406-02/Tanasitolo, Sertu Suardi, yang mendorong pemanfaatan sampah plastik melalui program pengumpulan dan pengolahan sampah bersama Pemerintah Desa Pakkanna Wikra Wardana S. Sos.
Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan yakni memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan dalam pembuatan batako.
Konsepnya sederhana. Sampah yang selama ini dibuang sembarangan di lingkungan masyarakat akan dikumpulkan, kemudian dipilah dan diolah agar dapat dimanfaatkan kembali.
“Jangan hanya dibuang. Sampah-sampah yang ada kita kumpulkan, kemudian dimanfaatkan sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat,” ujar Sertu Suardi.
Tak hanya untuk pembuatan batako, sampah yang masih memiliki nilai guna juga dinilai dapat dikembangkan menjadi berbagai produk lainnya, termasuk kerajinan dan tas.
Menariknya, program tersebut juga diarahkan agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi. Sampah yang dikumpulkan warga nantinya direncanakan dibeli, sehingga masyarakat memiliki alasan tambahan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami minta sampah-sampah dikumpulkan. Nantinya sampah yang terkumpul akan dibeli dan dimanfaatkan,” katanya.
Sertu Suardi menilai, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan dengan melarang masyarakat membuang sampah sembarangan. Dibutuhkan sistem pengelolaan yang membuat sampah memiliki nilai sehingga masyarakat terdorong untuk mengumpulkan dan memilahnya.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Babinsa Desa Pakkanna akan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Desa Pakkanna. Pertemuan tersebut nantinya membahas teknis pelaksanaan program, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pembelian sampah hingga proses pengolahan menjadi produk yang dapat digunakan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah plastik di Desa Pakkanna, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Jika terealisasi, langkah ini menjadi contoh bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang—dari sesuatu yang dibuang menjadi sesuatu yang bernilai,(Tim).
Editor : Edi Prekendes




