BERITAWAJO.ID, YOGYAKARTA – Kampus Dosen Jualan memberikan motivasi dan strategi pengembangan usaha kepada peserta Pelatihan Program Pendampingan UMKM Subsistence yang digelar di UPTD Balai Penyuluhan, Pertanian, Pangan, dan Perikanan (BP4), Jalan Bibis, Sembuh Wetan, Sidokarto, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kampus Dosen Jualan, Bank Indonesia Kantor Wilayah DIY, dan Rumah Zakat. Pesertanya merupakan masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Ayu Sidomulyo.
Dalam pelatihan tersebut, Nur Asri Putri dan Rizka Haulidah, yang mewakili Kampus Dosen Jualan, hadir sebagai pembicara dengan membawakan materi bertajuk “Motivasi dan Penjualan UMKM di Era Digital”.
Keduanya menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri, komunikasi persuasif, serta keberanian dalam menawarkan produk usaha kepada calon konsumen.
Nur Asri Putri menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu membiasakan diri membangun komunikasi dengan pelanggan, salah satunya melalui sapaan ringan untuk memulai percakapan.
Menurutnya, ketika menghadapi penolakan dari calon pembeli, pelaku usaha perlu mampu meyakinkan konsumen dengan cara yang tepat, seperti menunjukkan testimoni pelanggan lain maupun menjelaskan manfaat produk yang ditawarkan.
“Percaya diri itu dilatih, bukan bakat bawaan. Semakin sering dicoba, semakin natural. Semoga berani menawarkan produk sendiri mulai hari ini,” ujar Putri.
Peserta Praktik Langsung Strategi Berjualan
Pelatihan ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung untuk melatih keterampilan peserta dalam memasarkan produk dan meyakinkan calon konsumen.
Dalam sesi praktik, peserta dibagi ke dalam peran sebagai penjual dan pembeli. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak mempraktikkan cara menawarkan produk, membangun komunikasi, serta meyakinkan calon konsumen agar tertarik melakukan pembelian.
Metode ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan keberanian dan keterampilan dalam menjalankan kegiatan usaha sehari-hari.
Dorong UMKM Manfaatkan Media Sosial
Pelaksana program kegiatan dari Rumah Zakat, Didit, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar anggota Kelompok Wanita Tani dapat memanfaatkan platform media sosial untuk memaksimalkan penjualan produk mereka.
Ia menjelaskan, keterlibatan Kampus Dosen Jualan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan pemahaman peserta mengenai tren pemasaran digital yang semakin dibutuhkan pelaku UMKM.
Menurut Didit, pemanfaatan media sosial penting untuk memperluas jangkauan pemasaran dan mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan metode penjualan konvensional, seperti menawarkan produk dari pintu ke pintu (door to door).
“Jualan online itu mau ngak mau diajarkan karena berjualan secara konvensional itu ngak bisa berjalan 24 jam, sementara jualan online bisa jualan terus,” kata Didit.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman dasar mengenai pemasaran digital dan mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha masing-masing.
Dengan demikian, pemanfaatan media sosial diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet penjualan UMKM yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Ayu Sidomulyo
Penulis : Arung Samudra
Editor. : Edi Prekendes


