-->

Iklan

Beri Wawasan Pemasaran Digital, KDJ Tekankan Pentingnya Sikap dan Mindset Global

REDAKSI
Jumat, 25 September 2026, 2:36 PM WIB Last Updated 2026-09-25T06:36:14Z

 


BERITAWAJO.ID, YOGYAKARTA — Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut generasi muda memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya kemampuan teknis, sikap, keberanian mengambil tantangan, serta mindset global juga dinilai penting untuk membangun daya saing di era digital.


Hal tersebut disampaikan Hanifan Al Qodri saat Kampus Dosen Jualan (KDJ) menerima kunjungan industri dari SMK Negeri 1 Banyudono, Boyolali, di Mutihan, Srimartani, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Hanifan yang akrab disapa Pak Hanif memaparkan pentingnya membangun mindset global sebagai bekal dalam meniti karier di tengah perkembangan industri digital yang berlangsung cepat.


Ia mencontohkan sejumlah kerabatnya yang berhasil membangun karier di luar negeri karena berani mencari dan menerima tantangan untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas diri.


Materi yang diberikan juga diarahkan untuk membangun motivasi siswa dalam mempelajari digital marketing, sekaligus membentuk pola pikir yang tepat dalam mempersiapkan masa depan.


“Seorang pelajar dalam menentukan arah ke depannya harus berani untuk bercita-cita tinggi, serius dengan cita-citanya, meminta restu orang tua, lalu senantiasa melakukan pembenahan diri,” ungkap Hanif.


Kunjungan industri tersebut diikuti 42 siswa jurusan Pemasaran Digital dengan didampingi lima orang guru.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman dan wawasan langsung kepada siswa mengenai dunia industri digital, khususnya bidang pemasaran digital dan pengelolaan media sosial yang semakin dibutuhkan dalam perkembangan bisnis saat ini.


Kenali Karakter Setiap Media Sosial


Pada sesi kedua, Andi Muhammad Abdillah memberikan materi mengenai karakteristik berbagai platform media sosial.


Ia menjelaskan bahwa setiap platform memiliki karakter pengguna dan pola komunikasi yang berbeda. TikTok, misalnya, mengandalkan konten audiovisual berdurasi singkat dengan jangkauan pengguna yang sangat beragam.


Sementara Instagram lebih menonjolkan aspek visual dan estetika, dengan pengguna yang banyak berasal dari generasi milenial akhir dan generasi Z.


Adapun Facebook saat ini banyak dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli, baik melalui fitur Marketplace maupun grup komunitas dengan pola transaksi Cash on Delivery (COD).


Berbeda dengan itu, YouTube lebih banyak digunakan untuk konten audiovisual berdurasi panjang, termasuk berbagai materi pembelajaran yang memungkinkan pengguna mendalami suatu topik.


Sedangkan Threads, yang berada dalam ekosistem Meta, banyak dimanfaatkan pengguna untuk menyampaikan opini, mengikuti percakapan mengenai suatu peristiwa, maupun berbagi pengalaman dan keluh kesah.


Dalam sesi tersebut, Andi memberikan pengetahuan praktis mengenai karakter masing-masing platform serta strategi membangun dan mengelola akun media sosial untuk kebutuhan bisnis maupun personal branding.


Menurutnya, pemahaman terhadap karakter media sosial penting bagi siswa, khususnya mereka yang mengambil jurusan pemasaran digital.


Dengan memahami karakter pengguna setiap platform, promosi suatu produk dapat disusun secara lebih tepat sasaran sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi pengembangan usaha.


Pendidikan Harus Relevan dengan Dunia Usaha


Sementara itu, Ali, salah seorang guru pendamping, mengatakan kunjungan industri ke Kampus Dosen Jualan dilakukan karena materi dan aktivitas lembaga tersebut dinilai relevan dengan jurusan yang ditempuh para siswa.


“Kunjungan ke Kampus Dosen Jualan ini sesuai dengan jurusan siswa kami, dan sebagai guru kami ingin anak-anak sukses di bidang digital marketing. Itulah alasan kami datang ke sini,” ujar Ali.


Ia juga memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan, terutama mengenai pengelolaan konten.


“Kesannya sudah bagus dan sesuai dengan yang diharapkan. Ilmunya sudah cukup didapat, apalagi soal konten, itu sudah sangat sesuai. Semoga ke depannya terus meningkat dan dapat mencetak para digital marketer masa depan,” tambahnya.


Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami peluang karier di bidang digital marketing, sekaligus memperoleh bekal praktis yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja maupun saat membangun usaha secara mandiri.


Kampus Dosen Jualan juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kewirausahaan generasi muda.


Sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan tersebut, Kampus Dosen Jualan memberikan voucher belajar sebesar 10 persen kepada seluruh siswa yang hadir apabila nantinya ingin memperdalam ilmu digital marketing di Kampus Dosen Jualan.


Penulis : Ammar Mahir Hilmi

Editor.  :  Edi Prekendes 


Komentar

Tampilkan

  • Beri Wawasan Pemasaran Digital, KDJ Tekankan Pentingnya Sikap dan Mindset Global
  • 0

Terkini

Topik Populer