BERITAWAJO.ID, SENGKANG — Persoalan lift di Instalasi Rawat Jalan RSUD Lamaddukkelleng, Kabupaten Wajo, kembali menjadi sorotan. Hingga Selasa (27/10/2026), lift yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua tersebut dilaporkan masih belum berfungsi, sehingga pasien dan keluarga pasien harus menggunakan akses tangga untuk berpindah lantai.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pasien lanjut usia, penyandang disabilitas, serta pasien yang mengalami kesulitan berjalan. Bagi mereka yang sedang menjalani pemeriksaan atau membutuhkan pelayanan di lantai berbeda, menaiki dan menuruni tangga dapat menjadi beban tambahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya papan peringatan bertuliskan “Waspada, Hati-Hati Terjatuh” di area tangga. Peringatan tersebut mengingatkan pengunjung agar berhati-hati saat melintas. Namun, kondisi ini sekaligus menyoroti pentingnya memastikan akses yang aman dan layak bagi seluruh pasien rumah sakit.
Keluhan Lama, Belum Ada Kepastian Perbaikan
Sebelumnya, BERITAWAJO.ID telah memberitakan persoalan tersebut melalui artikel berjudul “Lift RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Tidak Berfungsi, Kenyamanan Pasien Diabaikan.”
Dalam pemberitaan terdahulu, sejumlah pasien dan keluarga pasien mengeluhkan kesulitan berpindah lantai karena lift tidak dapat digunakan. Salah seorang warga bernama Herman, sebagaimana dikutip dalam berita sebelumnya, mengaku kesulitan ketika harus naik dan turun tangga dalam kondisi sakit.
Pada saat itu, Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan, Kebidanan dan Administrasi RSUD Lamaddukkelleng, Hasniati, menjelaskan bahwa lift tidak difungsikan karena dinilai belum memenuhi persyaratan kelayakan.
Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan oleh pihak ketiga menemukan sejumlah komponen yang perlu diganti. Pihak rumah sakit saat itu menyampaikan bahwa perbaikan atau pengadaan lift baru membutuhkan anggaran, sementara terdapat kebutuhan lain yang diprioritaskan.
Keselamatan Pasien Harus Menjadi Perhatian
Meski alasan keselamatan menjadi dasar penghentian operasional lift, persoalan akses bagi pasien yang kesulitan menggunakan tangga tetap membutuhkan solusi yang jelas.
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang harus memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan informasi terbuka mengenai rencana perbaikan atau pengadaan lift, termasuk langkah sementara untuk membantu pasien lansia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Papan peringatan di tangga memang penting sebagai pengingat keselamatan, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan akan akses yang aman bagi pasien yang tidak mampu menggunakan tangga dengan mudah.
Pemda dan Manajemen RSUD Diharapkan Beri Kejelasan
Pemerintah Kabupaten Wajo dan manajemen RSUD Lamaddukkelleng diharapkan memberikan penjelasan terbaru mengenai status perbaikan lift, ketersediaan anggaran, serta target penyelesaian persoalan tersebut.
Masyarakat juga berhak memperoleh informasi mengenai langkah alternatif yang disiapkan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan di lantai dua, khususnya mereka yang menggunakan kursi roda atau memiliki keterbatasan fisik.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat informasi terbaru yang dapat memastikan jadwal perbaikan atau pengoperasian kembali lift tersebut. Konfirmasi lanjutan dari pihak manajemen rumah sakit diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kendala dan rencana penyelesaiannya.
Jangan sampai persoalan fasilitas yang berlarut-larut membuat pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan justru menghadapi kesulitan tambahan. Keselamatan dan aksesibilitas pasien harus tetap menjadi perhatian utama.
Editor: Edi Prekendes
#BERITAWAJOID #WAJOTV #RSUDLamaddukkelleng #PemkabWajo #Sengkang #PelayananPublik #FasilitasKesehatan #Wajo


