-->

Iklan

Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

BERWA
Selasa, 06 Januari 2026, 1:20 PM WIB Last Updated 2026-01-06T05:20:33Z



BERITAWAJO.ID, MOROWALI - (4/1/2026) – Suasana Desa Torete yang semula tenang, mendadak berubah mencekam pada Sabtu siang. Bukan dengan surat panggilan yang diantar santun, melainkan hentakan sepatu laras dan moncong senjata yang menyambut warga. Dua warga setempat, Roy dan Asdin, menjadi target operasi penjemputan paksa yang dinilai jauh dari kata humanis. (Asdin ditangkap ditempat terpisah).


Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat jelas ketimpangan kekuatan yang mencolok. Aparat kepolisian turun dengan atribut lengkap rompi taktis dan senjata laras panjang seolah sedang menyergap target berbahaya. Padahal, yang dihadapi hanyalah warga sipil bersandal jepit yang tengah berkumpul di halaman rumah tanpa senjata.


"Bukan Teroris, Pak!"


Momen penangkapan diwarnai histeria keluarga. "Bukan gembong narkoba ini! Bukan teroris, Pak!" teriak seorang wanita, mencoba mengingatkan aparat bahwa pendekatan militeristik tersebut tidak layak diterapkan pada warga mereka sendiri.


Namun, upaya keluarga untuk mempertahankan martabat dan hak-hak prosedural mereka justru dibalas dengan intimidasi. Saat salah satu kerabat mencoba mendokumentasikan surat tugas atau dokumen penangkapan sebuah hak dasar warga negara untuk transparansi aparat merespons dengan bentakan keras.


"Duduk! Duduk!" perintah petugas berulang kali sambil menunjuk-nunjuk warga, mematikan ruang dialog. Permintaan warga untuk bicara baik-baik dan melihat dokumen administrasi diabaikan total.


Dipisahkan Secara Paksa

Ketika berkas perkara dalam map mau di foto. Petugas tidak memberikan. tapi langsung menyergap dari belakang.

Detik-detik paling memilukan terjadi saat Roy mulai digiring. Tanpa perlawanan fisik yang berarti, keduanya tetap diperlakukan bak kriminal kelas kakap. Saat keluarga mencoba menahan dan memeluk, aparat dengan sigap memisahkan paksa.


Tubuh warga diseret, ditarik menjauh dari rumah dan keluarganya menuju kendaraan petugas. Tidak ada restorative justice, tidak ada pendekatan persuasif. Yang tertinggal hanyalah debu jalanan dan tangisan keluarga yang menyaksikan orang terkasihnya dibawa pergi tanpa kejelasan prosedur.


Dugaan Motif "Anggaran Keamanan"


Di tengah kekacauan itu, terselip satu teriakan warga yang menyiratkan luka mendalam dan ketidakpercayaan terhadap institusi. "Supaya keluar kamorang punya anggaran keamanan! Kita tahu semua itu!"


Kalimat ini menjadi tamparan keras, memunculkan dugaan bahwa operasi berlebihan ini bukan murni untuk penegakan hukum, melainkan sebuah show of force untuk menjustifikasi pencairan dana pengamanan di wilayah yang memang sarat konflik kepentingan tambang tersebut.


Kini, masyarakat Torete menanti keadilan. Apakah hukum di negeri ini hanya tajam ke bawah dengan moncong senjata, atau masih ada ruang bagi rakyat kecil untuk sekadar bertanya: "Apa salah kami?"

 

#morowali #roy

Komentar

Tampilkan

  • Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog
  • 0

Terkini

Topik Populer