BETITAWAJO.ID, - Seorang perempu4n (Syifa) asal Indonesia suks3s menembvs Baris4n El!t Ten Tar4 Americ4 Serik4t (US Army)—sebuah penc4paian yang tak hanya langk4, tapi juga Sar4t peng0rb4n4n .
Dunia maya mendad4k bergemurvh ketika fot0 dan video dirinya berseragam l0r3ng khas mil1ter Amerik4 bered4r luas. Di balik seragam itu, tersimpan kisah panjang tentang keber4ni4n, disiplin, dan tek4d baja seorang wanit4 Indonesia yang berani bermimpi besar, jauh dari tanah mel4hirkan ya.
Bukan jalan mudah yang ia lalui. Tes f1sik ekstr3m, tek4nan m3nt4l tanpa k0mpr0mi, hingga syarat administr4si Ket4t sebagai pendatang harus ia hadapi seorang diri. Namun semua r1nt4ngan itu tak mampu meruntvhkan semangatnya.
“Bukan hal yang mudah untuk bisa berdiri di sini. Dibutuhkan disiplin tinggi dan tek4d yang ku4t,” tuturnya—kalimat sederhana yang menggambarkan perju4ng4n panjang di balik keberhasilannya.
Meski bergabung dengan m1lit3r negar4 lain menuntvt st4tus Perm4nent Resid3nt (Green C4rd) atau kew4rg4negar4an setempat, sos0knya tetap menjadi symb0l kebanggaan bagi Indonesia. Ia membukt1kan bahwa perempu4n Indonesia tidak hanya ber4ni bermimpi, tetapi juga mampu berdiri sejajar dan bersain9 di panggung dunia.
Satu kisah, satu perempuan, namun juta4n hati ters3ntuh—karena mimpi bes4r memang tak mengenal bat4s neg4ra.


