BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Wajo setelah dua bocah yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Walennae, Kelurahan Paduppa, Kecamatan Tempe, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Jumat (29/5/2026).
Kedua korban diketahui bernama Muh. Akbar (11) dan seorang rekannya yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam di Sungai Walennae.
Setelah dilakukan pencarian intensif sejak Kamis, tim SAR dari BPBD bersama unsur gabungan akhirnya menemukan korban di wilayah Desa Lagosi, Kecamatan Pammana, sekitar pukul 10.00 WITA, dalam kondisi menepi di pinggir sungai.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, serta masyarakat setempat yang turut membantu melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Derasnya arus Sungai Walennae sempat menjadi kendala selama operasi pencarian berlangsung.
Usai ditemukan, tim SAR langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan membawanya ke RSUD Lamaddukkellang Wajo sebelum selanjutnya dipulangkan ke rumah duka di Jalan Cendana, Kelurahan Lapongkoda, Kecamatan Tempe.
Suasana haru dan duka tampak menyelimuti kediaman almarhum Muh. Akbar. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Sejumlah warga, kerabat, hingga teman sekolah korban dari SD 260 Lapongkoda turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Salah satu guru SD 260 Lapongkoda, Andi Risna, saat ditemui di rumah duka menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Muh. Akbar yang dikenal sebagai siswa kelas 5 di sekolah tersebut.
“Kami keluarga besar SD 260 Lapongkoda turut berduka cita atas kepergian ananda Muh. Akbar. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya dengan penuh haru.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai atau lokasi berbahaya yang berpotensi menimbulkan musibah.
Masyarakat Wajo pun turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut, seraya berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.(Tim)
Editor : Edi Prekendes



