-->

Iklan

Disdikbud Wajo Siapkan Usulan Sekolah Integratif, Anggaran Diperkirakan Capai Rp250 Miliar

REDAKSI
Selasa, 28 Juli 2026, 12:58 AM WIB Last Updated 2026-07-27T17:20:29Z


BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menyiapkan langkah untuk menghadirkan sekolah integratif sebagai salah satu program pengembangan pendidikan pada 2027, Selasa 28/07/26.


Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, M.Si., dalam wawancara khusus bersama BERITAWAJO.ID.


Menurut Alamsyah, pihaknya telah memperoleh informasi awal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai rencana pengembangan sekolah integratif yang diperuntukkan bagi peserta didik berprestasi.


“Kami sudah mendapatkan informasi awal bahwa akan ada program sekolah integratif. Sasaran utamanya adalah anak-anak yang memiliki prestasi dan nantinya seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh negara,” ujar Alamsyah.


Ia menjelaskan, konsep sekolah integratif berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sedangkan sekolah integratif diarahkan untuk menampung dan mengembangkan peserta didik berprestasi.


“Sekolah Rakyat sasarannya adalah masyarakat kurang mampu yang disekolahkan dan dibiayai negara. Sementara sekolah integratif diperuntukkan bagi anak-anak berprestasi yang juga akan mendapatkan pembiayaan dari negara,” jelasnya.


Satu Kompleks untuk SD, SMP dan SMA

Sekolah integratif tersebut direncanakan menyatukan jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan terpadu. Fasilitas pendidikan akan dibangun dengan standar unggulan untuk mendukung pengembangan akademik, karakter, keterampilan, dan potensi peserta didik.


Alamsyah menyebut, anggaran pembangunan sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp250 miliar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.


“Anggarannya cukup besar, diperkirakan sampai Rp250 miliar. Sumbernya dari APBN karena ini merupakan program pemerintah pusat,” katanya.


Selain pembangunan ruang belajar dan fasilitas pendukung, program tersebut disebut akan mencakup pembiayaan kegiatan pengembangan peserta didik, termasuk studi banding dan kegiatan pembelajaran di luar daerah maupun luar negeri.


“Bukan hanya pembangunan fisik dan pengadaan fasilitas. Kegiatan studi banding, kunjungan pembelajaran, bahkan kegiatan ke luar negeri juga direncanakan dibiayai negara,” ungkapnya.


Pemkab Wajo Siapkan Lahan

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Wajo akan menyiapkan lahan dengan luas sekitar 10 hingga 15 hektare. Salah satu wilayah yang dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan adalah Kecamatan Maniangpajo karena dinilai masih memiliki lahan yang cukup luas.


“Kita akan mengupayakan agar sekolah integratif hadir di Kabupaten Wajo. Lokasinya akan disiapkan, salah satu yang dipertimbangkan adalah Maniangpajo karena kebutuhan lahannya cukup besar, sekitar 10 sampai 15 hektare,” jelas Alamsyah.


Namun, penentuan lokasi masih memerlukan kajian, verifikasi kepemilikan lahan, serta koordinasi lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Wajo dan pemerintah pusat.


Seleksi Melalui Uji Kompetensi

Alamsyah menambahkan, calon peserta didik sekolah integratif nantinya harus mengikuti proses seleksi dan uji kompetensi. Standar penerimaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.


Untuk jenjang SMP dan SMA, penilaian dapat mengacu pada rekam prestasi dan kompetensi peserta didik dari sekolah sebelumnya. Sementara untuk jenjang SD, pemerintah akan menyusun mekanisme seleksi khusus yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak.


“Pasti ada standar dan uji kompetensi. Untuk SMP dan SMA sudah ada dasar penilaian dari jenjang sebelumnya. Sementara untuk SD tentu akan disiapkan mekanisme penilaian tersendiri,” terangnya.


Ia berharap rencana menghadirkan sekolah integratif dapat memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Wajo, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.


Apabila terealisasi, sekolah tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Wajo untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.


“Ini akan terus kami upayakan. Harapan kita, Kabupaten Wajo dapat menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program sekolah integratif tersebut,” pungkasnya.(Tim)


Editor: Edi Prekendes


Komentar

Tampilkan

  • Disdikbud Wajo Siapkan Usulan Sekolah Integratif, Anggaran Diperkirakan Capai Rp250 Miliar
  • 0

Terkini

Topik Populer