-->

Iklan

Pelaksana CV Syarif Hidayatullah Berharap Tambang Pasir Kembali Beroperasi: "Legal dan Membuka Lapangan Kerja"

REDAKSI
Selasa, 07 Juli 2026, 5:06 PM WIB Last Updated 2026-07-07T09:07:37Z

 


BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Pelaksana Lapangan CV Syarif Hidayatullah, Herman, berharap aktivitas tambang pasir di Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, dapat kembali beroperasi setelah terhenti selama kurang lebih dua tahun, Selasa (07/07/26).


Menurut Herman, perusahaan yang dikelolanya telah mengantongi seluruh perizinan yang dipersyaratkan sehingga kegiatan penambangan tersebut merupakan usaha yang sah secara hukum.


"Kami berharap tambang ini bisa kembali beroperasi. Sudah sekitar dua tahun kegiatan ini berhenti, padahal seluruh legalitas kami lengkap dan sah secara hukum. Ini bukan tambang ilegal," ujar Herman.


Ia mengatakan, selama ini muncul anggapan dari sebagian masyarakat bahwa aktivitas tambang pasir menjadi penyebab abrasi di bantaran Sungai Walanae, khususnya di wilayah Kelurahan Wiringpalennae dan Desa Benteng Lompoe.


Namun, menurutnya, kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa abrasi dan longsor tetap terjadi meskipun aktivitas tambang telah dihentikan.


"Faktanya di lapangan, setelah tambang berhenti, abrasi dan longsor masih tetap terjadi di bantaran Sungai Walanae, khususnya di wilayah Wetareng, Kelurahan Wiringpalennae, maupun Desa Benteng Lompoe. Kami melihat sendiri beberapa pohon kelapa, mangga, dan tanaman lainnya roboh akibat longsor," katanya.


Herman menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyebab abrasi tidak dapat disimpulkan hanya berasal dari aktivitas pertambangan. Menurutnya, diperlukan kajian ilmiah oleh instansi teknis yang berwenang agar penyebab abrasi dapat diketahui secara objektif.


Selain itu, ia menegaskan keberadaan tambang pasir juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Apabila aktivitas tambang kembali berjalan, menurutnya akan terbuka lapangan pekerjaan bagi warga.


"Harapan kami, tambang ini bisa kembali beroperasi dan tidak lagi dihentikan. Jika kembali beroperasi, banyak tenaga kerja dari Desa Benteng Lompoe maupun Kelurahan Wiringpalennae yang dapat bekerja sehingga membantu mengurangi angka pengangguran," ungkapnya.


Baca Juga : Lanjutan Polemik Tambang Pasir Benteng Lompoe: Warga Tunjukkan Longsor Tetap Terjadi Meski Aktivitas Pompa Berhenti



Sebelumnya, BERITAWAJO.ID telah memberitakan pernyataan Herman yang menyebut abrasi di bantaran Sungai Walanae diduga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk tingginya debit air sungai saat banjir. Pernyataan tersebut juga disertai keterangan sejumlah warga yang menunjukkan adanya longsor di beberapa titik bantaran sungai meski aktivitas tambang telah berhenti.


Berita ini memuat keterangan dari Pelaksana Lapangan CV Syarif Hidayatullah. BERITAWAJO.ID tetap membuka ruang hak jawab dan tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Wajo, Dinas ESDM Sulawesi Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, BBWS Pompengan Jeneberang, akademisi, maupun masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terkait penyebab abrasi di bantaran Sungai Walanae, sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(Tim)


Editor: Edi Prekendes



Komentar

Tampilkan

  • Pelaksana CV Syarif Hidayatullah Berharap Tambang Pasir Kembali Beroperasi: "Legal dan Membuka Lapangan Kerja"
  • 0

Terkini

Topik Populer