BERITAWAJO.ID, TANASITOLO – Polemik pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Wajo Riaja, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, kembali mencuat. Setelah sebelumnya Komandan Kodim (Dandim) 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto, S.IP, menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian persoalan keterbatasan lahan pekuburan, kini muncul pengakuan dari salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jum'at 24/07/26.
Tokoh masyarakat tersebut menyebut lokasi yang kini digunakan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari kawasan pekuburan Islam umum Desa Wajo Riaja yang telah digunakan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.
Menurutnya, masyarakat mulai resah karena lahan pemakaman yang tersisa sudah sangat terbatas, sementara hingga kini belum ada lokasi pengganti sebagaimana yang pernah dijanjikan.
"Dari dulu itu memang kuburan umum, pekuburan Islam Desa Wajo Riaja. Masyarakat tidak tahu kalau lokasi itu akan diserahkan. Tiba-tiba diserahkan ke Kodim untuk pembangunan koperasi tanpa sepengetahuan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga mengaku sejak awal pembangunan sudah ada keberatan dari warga. Namun, menurutnya, banyak masyarakat memilih diam karena merasa takut menyampaikan penolakan secara terbuka.
"Sekarang masyarakat kembali ribut karena banyak warga yang meninggal, tetapi sudah kesulitan mendapatkan tempat pemakaman. Sampai hari ini belum ada realisasi lahan pengganti," katanya.
Tokoh masyarakat itu memperkirakan luas kompleks pemakaman mencapai lebih dari satu hektare dan dikenal masyarakat sejak dahulu dengan sebutan Kuburan Bila-Bila. Lokasi tersebut, kata dia, menjadi tempat pemakaman bagi warga Wajo Riaja, Lepangeng, Bulucitta hingga sejumlah keluarga yang bermukim di Sengkang.
"Sudah penuh memang. Nah, bagian yang sekarang dipakai koperasi itu dulunya termasuk kawasan yang digunakan masyarakat untuk pemakaman. Sekarang orang meninggal banyak yang bingung karena tidak ada lagi tempat," ujarnya.
Baca Juga : Warga Wajo Riaja Keluhkan Lahan Kuburan Dijadikan KDKMP, Dandim 1406 / Wajo Siap Fasilitasi Solusi
Sebelumnya, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto, S.IP, saat dikonfirmasi BERITAWAJO.ID, menegaskan bangunan Kopdes Merah Putih tidak berada di atas lahan pemakaman, melainkan berdiri di atas aset pemerintah yang berbatasan langsung dengan kompleks pekuburan.
Meski demikian, Dandim mengakui kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wajo Riaja memang sudah padat sehingga kebutuhan penambahan lahan perlu segera mendapat perhatian.
"Kami akan membantu dan mencoba memfasilitasi warga dengan pemerintah desa agar harapan masyarakat terkait tersedianya lahan pekuburan yang memadai dapat terwujud. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi terbaik," kata Letkol Inf. Harianto.
Senada dengan itu, Kepala Desa Wajo Riaja, Haji Arafah Daga, sebelumnya juga menyatakan pemerintah desa akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui koordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi penambahan lahan pekuburan umum.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik mengenai status lahan yang digunakan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih masih menjadi perhatian masyarakat. BERITAWAJO.ID tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait apabila terdapat informasi tambahan maupun penjelasan lebih lanjut mengenai status lahan tersebut.(Tim).
Editor : Edi Prekendes



