BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Perkembangan terbaru kasus dugaan investasi "Leyya Terpercaya dan Amanah" mulai menemui titik terang. Berdasarkan informasi yang dihimpun BERITAWAJO.ID, dua orang berinisial MR dan AD, yang diduga terkait dalam perkara tersebut, telah diamankan oleh penyidik Polres Wajo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, Selasa 4/8/26.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena jumlah korban yang terus bertambah. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, nilai kerugian yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar kini disebut telah mencapai sekitar Rp8 miliar.
Pada awal pelaporan, tercatat lebih dari 70 korban melapor ke Polres Wajo. Dalam perkembangan berikutnya, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 80 orang, dan hingga kini masih ada korban yang terus berdatangan untuk membuat laporan.
Para korban disebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Wajo, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Sidrap, Keera, Bola, dan wilayah lainnya. Sebagian korban mengaku menginvestasikan seluruh tabungan mereka, bahkan ada yang menjual emas hingga aset pribadi demi mengikuti investasi tersebut.
Sumber di lingkungan Polres Wajo menyebutkan penyidik masih terus menerima laporan baru dan melakukan pendalaman terhadap aliran dana serta jumlah keseluruhan kerugian yang dialami para korban.
Sejumlah korban berharap kasus ini dapat segera dituntaskan secara profesional dan transparan, mengingat banyak masyarakat yang mengaku mengalami kerugian dalam jumlah besar.
Sementara itu, Kapolres Wajo AKBP. Douglas Mahendrajaya belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap perkara maupun status hukum kedua terduga yang diamankan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif, dan informasi resmi diperkirakan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai.
BERITAWAJO.ID akan terus mengikuti perkembangan penyidikan kasus dugaan investasi "Leyya Terpercaya dan Amanah" ini serta menyajikan informasi terbaru setelah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.(Tim)
Editor : Edi Prekendes



