-->

Iklan

Bukan Riya, Tapi Peduli: Warga Sengkang Belikan Pertamax untuk Pemotor yang Tak Mampu Beli

REDAKSI
Jumat, 11 September 2026, 6:44 PM WIB Last Updated 2026-09-11T10:46:01Z

 


BERITAWAJO.ID, SENGKANG — Sebuah tindakan sederhana namun sarat makna terjadi di salah satu SPBU di Sengkang, Kabupaten Wajo, menjelang waktu Magrib, Jumat (11/9/2026).


Seorang warga membagikan pengalaman ketika hendak mengisi bahan bakar sepeda motornya. Saat itu indikator bahan bakar motornya sudah berkedip dan membutuhkan pengisian ulang.


Setibanya di SPBU terdekat, kondisi cukup lengang. Ia kemudian mengisi Pertamax senilai Rp50 ribu yang menurutnya cukup digunakan selama tiga hingga lima hari untuk aktivitas di dalam kota.


Namun, sesaat kemudian seorang pengendara sepeda motor datang dan berada tepat di belakangnya. Dari raut wajah dan gerak tubuhnya, warga tersebut melihat pemotor itu tampak ragu untuk membeli Pertamax.


Setelah selesai mengisi bahan bakar dan hendak meninggalkan SPBU, ia mendengar pemotor tersebut bertanya kepada petugas.


"Ada Pertalite, Pak?"


Petugas SPBU menjawab bahwa Pertalite sedang habis.


Melihat pemotor tersebut seperti mengurungkan niatnya membeli BBM, warga itu kemudian turun dari motornya dan menghampirinya.


"Mau beli berapa, Pak?" tanyanya.


Pemotor tersebut menjawab, Rp10 ribu, sambil menyebut hanya membutuhkan sekitar satu liter.


Tergerak untuk membantu, warga itu kemudian meminta petugas SPBU mengisikan Pertamax senilai Rp20 ribu untuk pemotor tersebut. Ia pun membayarnya dan memberikan salam hormat sambil tersenyum kepada pemotor yang dibantunya.


"Saya lega hari ini," ungkapnya.


Menurutnya, tindakan tersebut bukan untuk mencari pujian ataupun menunjukkan kebaikan kepada orang lain.


"Ini bukan riya, tetapi pola pikir peduli dan lapang dada untuk menjadi inspirasi," tulisnya.


Ia juga mengaitkan pengalaman tersebut dengan prinsip the power of giving, yakni keyakinan bahwa memberi kepada sesama dapat membawa manfaat dan energi positif dalam kehidupan.


Prihatin Melihat Antrean BBM


Di sisi lain, ia mengaku prihatin melihat kondisi sejumlah pengendara sepeda motor yang harus rela mengantre BBM dalam waktu cukup lama.


Bahkan, menurut pengamatannya, ada pemotor roda dua yang harus mengantre satu hingga empat jam hanya untuk mendapatkan sekitar satu sampai dua liter Pertalite.


Kondisi tersebut dinilainya memprihatinkan apabila BBM tersebut memang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.


Namun, ia menilai situasinya berbeda apabila sebagian pengantre membeli BBM dalam jumlah tertentu untuk kemudian dijual kembali.


Pengalaman sederhana di SPBU tersebut pun menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai persoalan ekonomi masyarakat, kepedulian kecil dari seseorang dapat menjadi bantuan yang sangat berarti bagi orang lain.


Penulis : Muh. Sabri Abdul Fattah 

Editor   : Edi Prekendes 

Komentar

Tampilkan

  • Bukan Riya, Tapi Peduli: Warga Sengkang Belikan Pertamax untuk Pemotor yang Tak Mampu Beli
  • 0

Terkini

Topik Populer