BERITAWAJO.ID, BELAWA – Bupati Wajo, Andi Rosman, menghadiri kegiatan panen raya di Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Rabu (16/9/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi pertanian sekaligus menyerap aspirasi petani di tengah musim kemarau.
Dalam kegiatan itu, Andi Rosman didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Andi Pameneri, serta Anggota DPRD Wajo, Ibnu Hajar. Turut hadir unsur Forkopimca, termasuk Kapolsek, Koramil, Camat setempat, tokoh masyarakat, pemuda, dan tamu undangan lainnya.
Di hadapan para petani, Andi Rosman menyampaikan apresiasi atas upaya mereka mempertahankan produktivitas pertanian meski menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Wajo. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian menjadi hal yang penting.
“Petani kita harus tetap kita dampingi. Di tengah kondisi kemarau seperti sekarang, kebutuhan air menjadi perhatian utama. Pemerintah harus hadir mencari solusi agar lahan pertanian tetap bisa mendapatkan pasokan air,” ujar Andi Rosman.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air secara efektif, termasuk melalui pemanfaatan sarana irigasi dan pompa untuk membantu lahan pertanian yang mengalami kekurangan air.
Panen Raya Jadi Momentum Evaluasi
Kegiatan panen raya tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk melihat hasil produksi pertanian, tetapi juga kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian, terutama untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan lahan pertanian selama musim kemarau.
Andi Rosman berharap hasil panen di Desa Sappa dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produksi pertanian.
“Kita berharap hasil panen ini memberikan kesejahteraan bagi petani. Pemerintah akan terus berkoordinasi dan berupaya membantu petani menghadapi dampak musim kemarau,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi lahan dan kebutuhan petani sebagai bahan koordinasi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian,(Tim).
Editor : Edi Prekendes


