BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Wajo dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi terkait penolakan relokasi Pasar Wiringpalannae (Dekat Jembatan Tampangen) dan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Wajo. Aksi tersebut akan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 13.00 WITA, dengan titik aksi di Gedung DPRD Kabupaten Wajo.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Wajo, aksi ini akan melibatkan sekitar 300 massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, asosiasi pemerhati lingkungan, serta masyarakat Wajo.
Dalam surat tersebut, PMII Wajo menyampaikan bahwa aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap sejumlah persoalan yang dianggap penting dan berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
Adapun sejumlah tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut diantaranya, menolak pemindahan Pasar Wiringpalannae, meminta pemerintah daerah memberikan legalitas terhadap Pasar Wiringpalannae, hingga mempertanyakan kontribusi perusahaan PT Energi Equity Epic Sengkang sejak beroperasi di Kabupaten Wajo.
Selain itu, massa aksi juga meminta PT GSI untuk menghentikan kegiatan survei seismik D2 dan D3 yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut. PMII Wajo juga mendesak agar seluruh dinas dan instansi terkait dihadirkan untuk memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang menjadi tuntutan masyarakat.
Ketua PMII Kabupaten Wajo, Yusril Asmar, melalui surat resmi yang ditandatangani bersama sekretaris organisasi, menyebutkan bahwa aksi ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah guna menyerap aspirasi secara langsung.
PMII Wajo berharap seluruh Anggota DPRD Kabupaten Wajo dapat hadir menerima aspirasi massa aksi sebagai bentuk tanggung jawab lembaga legislatif terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Aksi ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik mengingat isu relokasi pasar dan proyek strategis nasional kerap memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Kabupaten Wajo.(Tim)
Editor : Edi Prekendes


