BERITAWAJO.ID, BOLA – Musyawarah Lokal (Muslok) IX ORARI Lokal Wajo resmi digelar di kawasan wisata Telaga Biru, Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur ORARI Daerah (ORDA) Sulawesi Selatan, Korwil ORDA Sulsel, Ketua ORARI Lokal Wajo beserta jajaran pengurus dan anggota, Kapolsek Bola, serta perwakilan Kodim 1406/Wajo.
Ketua Panitia Muslok IX, Mustajuddin, S.Sos., M.M. (YB8HNI), dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Muslok merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ORARI setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan. Ia bersyukur Muslok akhirnya dapat terlaksana berkat dukungan seluruh anggota dan para pihak yang telah berpartisipasi.
"Musyawarah Lokal ini adalah kewajiban organisasi setelah masa kepengurusan berakhir. Terima kasih kepada seluruh anggota dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Mustajuddin.
Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Wajo, Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. (YC8ACQ), mengajak seluruh anggota menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas dedikasi selama kurang lebih enam tahun memimpin ORARI Lokal Wajo.
Menurutnya, ORARI Lokal Wajo telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, penanggulangan bencana, dukungan komunikasi saat pandemi COVID-19, hingga kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang selama ini bersama-sama membesarkan ORARI Lokal Wajo. Semoga kepengurusan yang akan datang mampu membawa organisasi ini semakin maju, solid, dan lebih baik lagi," katanya.
Mewakili Ketua ORARI Daerah Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Organisasi dan Teknik ORDA Sulsel, Ir. Arfan Fualle, M.B.A. (YB8DKL), menegaskan bahwa Muslok bukan hanya agenda memilih ketua, tetapi juga forum untuk mempertanggungjawabkan kinerja pengurus serta menyusun program kerja tiga tahun ke depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi anggota karena mayoritas anggota ORARI saat ini berusia di atas 50 tahun. Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tantangan besar untuk menarik minat generasi muda melalui berbagai kegiatan pembinaan, termasuk bekerja sama dengan Gerakan Pramuka.
Selain itu, Arfan berharap proses pemilihan Ketua ORARI Lokal Wajo berlangsung melalui musyawarah mufakat sehingga tetap menjaga persatuan dan kekompakan organisasi.
Muslok IX ORARI Lokal Wajo selanjutnya akan menetapkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan pengabdian organisasi kepada masyarakat, pemerintah, serta dunia komunikasi radio amatir di Kabupaten Wajo.(Tim)
Editor : Edi Prekendes


