BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Sosok prajurit TNI tak hanya identik dengan kedisiplinan dan pengabdian kepada negara, tetapi juga semangat bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga tanpa mengabaikan tugas pokok sebagai abdi negara. Nilai itu tercermin dari sosok Sertu Habel, anggota Kodim 1406/Wajo, yang memanfaatkan waktu liburnya untuk bekerja sebagai sopir truk pengangkut material.
Lahir dan besar di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Habel menempuh pendidikan di SDN 206 Maleku dan lulus pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Mangkutana hingga tamat pada tahun 1994.
Setelah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Habel sempat menganggur selama dua tahun. Dalam masa itu, ia bekerja sebagai sopir mobil ekspedisi dengan rute Makassar–Palu, pengalaman yang kemudian membentuk karakter pekerja keras dalam dirinya.
Pada tahun 1997, Habel memutuskan mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI di Makassar. Usahanya membuahkan hasil setelah dinyatakan lulus dan mengawali karier militernya di Yonif Linud 700 Makassar.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2000, ia mendapat penugasan di Kodim 1406/Wajo, tempat ia mengabdi hingga saat ini.
Di luar jam dinas, terutama pada hari libur, Sertu Habel menjalankan usaha sebagai sopir truk pengangkut material seperti pasir, batu, dan kerikil. Bahkan, ia juga membantu masyarakat dalam penyediaan material bangunan sesuai kebutuhan.
"Saya lebih memilih mencari tambahan rezeki dengan bekerja daripada membebani atau meminta kepada masyarakat. Semua hasil yang saya dapatkan berasal dari keringat sendiri," ungkapnya.
Menurut Habel, aktivitas tersebut dilakukan hanya pada waktu senggang, seperti hari Jumat, Sabtu, atau Minggu, dan akan langsung ditinggalkan apabila ada panggilan tugas kedinasan.
Saat ini, ia memiliki satu unit kendaraan pribadi dan turut mengelola sekitar sepuluh armada truk melalui kerja sama dengan warga untuk mendukung pengangkutan material di wilayah Sengkang dan sekitarnya, Jika anda berminat Nomor kontak WA : 082229130046
Meski memiliki aktivitas usaha, Habel menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai prajurit tetap menjadi prioritas utama.
"Saya tetap bangga menjadi seorang prajurit TNI. Berdinas dengan baik dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun adalah prinsip yang harus dipegang," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh rekan sesama prajurit agar tidak ragu melakukan pekerjaan yang halal selama tidak bertentangan dengan aturan kedinasan.
"Jangan malu bekerja. Selama pekerjaan itu tidak mencuri, tidak menipu masyarakat, dan dilakukan pada waktu yang tepat tanpa mengganggu tugas negara, itu adalah pekerjaan yang terhormat," pesannya.
Semangat kerja keras, kejujuran, dan dedikasi yang ditunjukkan Sertu Habel menjadi inspirasi bahwa seorang prajurit tidak hanya mengabdi kepada bangsa, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat melalui usaha yang halal dan penuh tanggung jawab.(Tim)
Editor: Edi Prekendes



