BERITAWAJO.ID, SENGKANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu bagi jenjang sekolah dasar, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya bahasa Bugis, sekaligus menjaga agar bahasa daerah tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, H.M., M.Si., mengatakan Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarat dengan nilai edukasi dan budaya.
“Ini adalah ajang lomba, namun sebenarnya penuh dengan edukasi dan penuh dengan arti. Festival Tunas Bahasa Ibu ini merupakan upaya kita untuk menguatkan kembali pelestarian bahasa ibu, khususnya bahasa Bugis kita,” ujar Alamsyah saat diwawancarai, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pelestarian bahasa Bugis perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Hal tersebut penting karena bahasa daerah merupakan bagian dari jati diri, identitas dan akar budaya masyarakat.
“Supaya bahasa ini yang menjadi jati diri kita, identitas diri kita maupun menjadi akar budaya kita, tetap terpatri pada anak-anak sekolah,” jelasnya.
Empat Cabang Lomba
Dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tersebut, terdapat empat cabang yang diikuti para siswa sekolah dasar.
Cabang yang diperlombakan meliputi cerpen berbahasa Bugis, pidato bahasa Bugis, dongeng, serta komedi tunggal berbahasa Bugis.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya Bugis melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif.
Juara Berpeluang Wakili Wajo hingga Tingkat Nasional
Alamsyah menjelaskan, siswa yang berhasil meraih juara nantinya berkesempatan mewakili Kabupaten Wajo pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Jika kembali meraih prestasi di tingkat provinsi, peserta tersebut berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional di Jakarta.
“Siapa pun yang juara nanti tentu akan mewakili Kabupaten Wajo di jenjang provinsi. Begitu juga kalau dia juara di provinsi, akan mewakili provinsi di tingkat Jakarta,” ungkapnya.
Menjaga Bahasa Bugis Agar Tidak Punah
Lebih jauh, Alamsyah menegaskan bahwa kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan yang memiliki tujuan lebih besar, yakni menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Menurutnya, pengenalan dan penggunaan bahasa Bugis perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
“Ini tidak lain adalah upaya untuk menanamkan sejak awal terhadap bahasa yang kita miliki saat ini, supaya tidak punah, supaya tidak hilang,” tuturnya.
Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wajo berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, menggunakan dan bangga terhadap bahasa Bugis sebagai warisan budaya yang perlu dijaga bersama,(Tim).
Editor: Edi Prekendes


