BERITAWAJO.ID, SENGKANG — Keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU serta kepadatan arus lalu lintas di Kota Sengkang mulai mendapat respons dari jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Wajo.
Kasat Lantas Polres Wajo IPTU Apriando memerintahkan sebanyak tujuh personel untuk terjun langsung melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah lokasi yang mengalami kepadatan.
Pemantauan tersebut menyasar SPBU Amessangeng, SPBU Empagae, SPBU Sentral Sengkang, SPBU Pahlawan, SPBU Kalola, SPBU Tarumpakkae, serta sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi kemacetan.
7 Personel Diterjunkan ke Sejumlah Titik
Penurunan personel ini dilakukan menyusul sorotan masyarakat terhadap kondisi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Antrean kendaraan yang memanjang hingga badan atau bahu jalan sebelumnya dikeluhkan warga karena berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian ketika kendaraan yang mengantre berada di sekitar persimpangan maupun kawasan lampu merah.
Dengan adanya pemantauan langsung, petugas diharapkan dapat mengatur posisi kendaraan agar antrean tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pantau SPBU dan Titik Rawan Macet
Tujuh personel Sat Lantas Polres Wajo tersebut diarahkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah lokasi, antara lain:
SPBU Amessangeng
SPBU Empagae
SPBU Sentral Sengkang
SPBU Pahlawan
SPBU Kalola
SPBU Tarumpakkae
Sejumlah titik lain yang dinilai rawan kemacetan
Pemantauan tidak hanya menyangkut antrean BBM, tetapi juga kondisi arus kendaraan di sekitar lokasi. Petugas diharapkan dapat segera melakukan pengaturan apabila antrean mulai meluber ke badan jalan dan menimbulkan kepadatan.
Dugaan Pelansiran BBM Tetap Jadi Sorotan
Persoalan antrean BBM sebelumnya menjadi sorotan karena masyarakat menduga terdapat kendaraan tertentu yang melakukan pengisian BBM secara berulang atau melakukan aktivitas yang disebut sebagai pelansiran.
Warga bahkan menduga terdapat kendaraan dari luar Kabupaten Wajo yang ikut mengantre di sejumlah SPBU.
Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian dan pendalaman dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap pemantauan yang dilakukan aparat juga dapat membantu mengidentifikasi pola antrean yang tidak wajar apabila memang ditemukan di lapangan.
Warga Apresiasi Langkah Sat Lantas
Langkah Kasat Lantas Polres Wajo menurunkan tujuh personel mendapat perhatian positif dari masyarakat.
Warga berharap pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin, khususnya di lokasi SPBU yang antreannya kerap berdampak terhadap arus lalu lintas.
“Yang kami harapkan antrean tetap tertib. Jangan sampai kendaraan sampai menggunakan bahu jalan, apalagi berhenti di dekat lampu merah sehingga mengganggu pengguna jalan lain,” ujar seorang warga.
Masyarakat juga meminta penertiban dilakukan secara tegas, adil dan tidak tebang pilih, baik terhadap kendaraan yang mengganggu arus lalu lintas maupun apabila ditemukan dugaan pelanggaran lainnya.
Langkah Nyata Ditunggu Masyarakat
Turunnya personel Sat Lantas ke lapangan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjawab keresahan masyarakat terkait antrean BBM dan kemacetan di sejumlah wilayah Kabupaten Wajo.
Selain mengatur lalu lintas, masyarakat berharap aparat dapat berkoordinasi dengan pihak SPBU dan instansi terkait apabila ditemukan antrean yang berulang kali menimbulkan kemacetan.
Sebab, persoalan antrean BBM tidak hanya menyangkut kebutuhan masyarakat mendapatkan bahan bakar, tetapi juga berkaitan dengan ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Masyarakat kini menunggu hasil pemantauan di SPBU Amessangeng, Empagae, Sentral Sengkang, Pahlawan, Kalola dan Tarumpakkae, serta sejumlah titik rawan macet lainnya.
BERITAWAJO.ID akan terus memantau perkembangan penertiban antrean BBM dan kondisi lalu lintas di Kabupaten Wajo.
Editor: Edi Prekendes


