BERITAWAJO.ID, TANASITOLO — Polres Wajo kembali melakukan pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kemarau panjang di Kampung BNI, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polres Wajo mengerahkan satu unit mobil water cannon untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Selain itu, satu unit mobil truk yang membawa gentong-gentong berwarna oranye turut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tempat penampungan air warga.
Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin Waka Polres Wajo Kompol Andi Syamsul Lipu dan diikuti sejumlah jajaran Polres Wajo, di antaranya para perwira, Kasat, Kapolsek, Kanit serta personel Polwan.
Pendistribusian air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan bantuan Polres Wajo yang telah memasuki minggu keempat, menyusul kondisi kekeringan yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Kompol Andi Syamsul Lipu mengatakan, dalam kegiatan kali ini air bersih kembali disalurkan kepada warga yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, salah satu kendala yang ditemukan di lapangan adalah masih terbatasnya tempat penampungan air milik warga. Sebagian warga hanya memiliki wadah berukuran kecil sehingga proses pengisian air dari mobil water cannon menjadi kurang efektif.
Atas kondisi tersebut, keberadaan gentong berukuran lebih besar diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menampung air bersih yang didistribusikan.
“Gentong supaya nanti bisa satu kali di situ, di gentong diisi, tinggal ini menyalurkan, mempermudah,” ujar Kompol Andi Syamsul Lipu saat berdialog dengan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap tempat penampungan air akan menjadi perhatian dan diharapkan dapat dikoordinasikan dengan pemerintah.
Dengan menggunakan mobil water cannon dan truk pembawa gentong, pendistribusian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mengatasi kendala keterbatasan tempat penampungan air di lokasi terdampak kemarau.
Polres Wajo memastikan kegiatan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan pasokan air akibat kemarau panjang.
(Tim)
Editor: Edi Prekendes


