BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Babinsa Kelurahan Atakkae Koramil 1406-01/Tempe, Sertu Saparuddin, bersama warga Grand Hill Atakkae melaksanakan kerja bakti penimbunan pondasi pembangunan Masjid Taqwa Grand Hill Atakkae, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Lingkungan, para Ketua RT, hingga warga setempat yang secara sukarela turun langsung membantu proses penimbunan pondasi masjid. Dengan penuh semangat, mereka bahu-membahu mengangkut material dan meratakan timbunan sebagai bagian dari tahapan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Sertu Saparuddin mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan gotong royong merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pembangunan dan kemajuan wilayah binaan, khususnya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kita ingin terus memupuk kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan semangat positif bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Bola Tellue Atakkae menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selama ini aktif mendampingi dan membantu berbagai kegiatan masyarakat, baik dalam bidang sosial, keamanan, maupun pembangunan.
Menurutnya, dukungan dan kehadiran Babinsa menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Warga berharap pembangunan Masjid Taqwa Grand Hill Atakkae dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Selain mempercepat proses pembangunan masjid, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi budaya masyarakat Indonesia.
Sumber : Pendim 1406 Wajo
Editor. : Edi Prekendes



