BERITAWAJO.ID, PAPUA – Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMPRI), Ali Albert KBIS, mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua, pada 2 Juli 2026. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam pernyataannya, Ali Albert menyoroti insiden pembakaran pesawat AMA serta tewasnya pilot asal Amerika Serikat, Nicholas Francis Gosselin. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengutuk tindakan kekerasan yang merenggut nyawa manusia.
"Pilot tersebut juga memiliki orang tua, saudara, dan keluarga. Tindakan menghilangkan nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun," ujar Ali Albert.
Ia menyebut aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata yang beroperasi di Papua. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ali Albert juga menegaskan bahwa pilot AMA, menurut informasi yang disampaikannya, menjalankan misi kemanusiaan untuk mengangkut bantuan bagi masyarakat di wilayah terpencil, bukan bagian dari operasi militer.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung upaya penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.
Di akhir pernyataannya, Ali Albert mewakili BMPRI menyampaikan duka cita kepada keluarga Nicholas Francis Gosselin di Amerika Serikat.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," tutupnya.
Redaksi: Informasi dalam berita ini merupakan rangkuman pernyataan resmi Ali Albert KBIS. Identitas pelaku dan kronologi lengkap peristiwa masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari aparat berwenang.(Tim)
Editor : Edi Prekendes


