BERITAWAJO.ID, SENGKANG — Jajaran Padepokan Pencak Silat Militer (PSM) Kodim 1406/Wajo terus mendorong pelestarian seni bela diri warisan leluhur melalui kegiatan pengenalan PSM kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar di wilayah Kabupaten Wajo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di jajaran Koramil wilayah Kodim 1406/Wajo pada Senin (10/8/2026). Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan seni bela diri PSM sekaligus mengajak generasi muda mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.
Jajaran Padepokan PSM Kodim 1406/Wajo yang diketuai Mayor Inf Askar, selaku Kasdim 1406/Wajo, menginstruksikan agar kegiatan pengenalan PSM terus digalakkan di tengah masyarakat, terutama di lingkungan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan sejumlah gerakan dasar pencak silat hingga salam perguruan. Pengenalan ini diharapkan dapat menarik minat para pemuda dan pemudi untuk bergabung dengan Padepokan PSM yang telah dibentuk di masing-masing Koramil.
Selain menjadi wadah olahraga dan bela diri, PSM juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aktif serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mencoba kegiatan positif dan membangun keterampilan.
Dalam pelaksanaannya, personel dari masing-masing Koramil yang telah mendapatkan kaderisasi sebagai pelatih ditugaskan untuk membina Padepokan PSM di wilayah Koramil masing-masing.
Para kader pelatih tersebut siap memberikan ilmu dan keterampilan seni bela diri kepada masyarakat maupun pelajar. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan setiap Padepokan PSM mampu melahirkan bibit-bibit baru yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pencak silat.
Serda Herman, Babinsa Koramil 1406-07/Takkalalla sekaligus kader pelatih, menyampaikan apresiasi atas meningkatnya minat masyarakat dan pelajar terhadap kegiatan PSM.
Menurutnya, peningkatan minat tersebut tidak terlepas dari semakin aktifnya Padepokan PSM di masing-masing Koramil dalam melakukan sosialisasi dan pembinaan.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda, untuk terus mempelajari serta melestarikan ilmu bela diri yang merupakan bagian dari warisan budaya leluhur.
“Dengan bergabung dan mengikuti latihan secara aktif, diharapkan para peserta dapat menjalani proses pembinaan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” ujarnya.
Melalui kegiatan PSM, rasa cinta terhadap budaya bangsa diharapkan semakin tertanam di kalangan generasi muda. Selain memiliki kemampuan bela diri untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, para peserta juga diharapkan mampu berkembang menjadi atlet pencak silat yang kompeten.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Wajo, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Lebih jauh, seni bela diri PSM diharapkan dapat menjadi sarana pemersatu berbagai unsur masyarakat sekaligus memperkuat semangat generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia,(Tim).
Editor : Edi Prekendes


