BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Cabang (Pengcab) Wajo kembali menggelar Dialog Publik sebagai wadah diskusi terbuka mengenai isu strategis pembangunan daerah. Kali ini, forum mengangkat tema "Dari Sumur Migas ke Kesejahteraan Masyarakat: Sejauh Mana Peran PI 10%?", yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, pukul 20.00 WITA hingga selesai, di Warkop Terminal Sengkang, Kabupaten Wajo.
Dialog ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah, legislatif, pelaku industri migas, akademisi, insan pers, serta masyarakat mengenai implementasi Participating Interest (PI) 10 persen bagi daerah penghasil minyak dan gas bumi.
Melalui kegiatan tersebut, JMSI Wajo ingin mendorong pemahaman publik terkait hak daerah penghasil migas serta memastikan manfaat PI 10 persen benar-benar dirasakan masyarakat melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan daerah. Kegiatan dialog publik menjadi salah satu agenda rutin JMSI Wajo dalam mengangkat berbagai isu pembangunan daerah.
Adapun sejumlah pokok pembahasan yang akan menjadi fokus dialog meliputi:
Mengawal hak daerah penghasil migas melalui PI 10 persen.
Transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola PI yang baik.
Optimalisasi manfaat PI untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi pemerintah, DPRD, SKK Migas, BUMD, akademisi, dan masyarakat.
Mewujudkan keadilan fiskal bagi daerah penghasil migas.
JMSI Wajo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam dialog tersebut sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah yang lebih terbuka, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan sektor migas demi kemajuan Kabupaten Wajo.(Tim)
Editor : Edi Prekendes



