BERITAWAJO.ID, BELAWA – Setelah sejumlah warga Desa Wele'e, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, mengaku menjadi korban dugaan penipuan, Erwin akhirnya memberikan klarifikasi saat ditemui BERITAWAJO.ID di Mapolsek Belawa, Kamis (9/7/2026).
Dalam keterangannya, Erwin membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menguasai barang-barang milik warga. Ia mengaku barang-barang tersebut sebelumnya memang diserahkan kepadanya oleh warga yang meminta bantuan pengobatan maupun ritual spiritual.
Terkait pengakuan Hj. Uli yang menyebut uang Rp9 juta belum dikembalikan, Erwin mengakui pernah menerima uang tersebut. Namun, menurutnya, uang itu diberikan dalam rangka ritual yang diminta sendiri oleh Hj. Uli.
"Soal uang Rp9 juta itu memang ada. Kami sudah akrab dan nanti akan saya selesaikan pelan-pelan secara baik-baik," ujar Erwin.
Ia juga menanggapi tudingan mengenai sejumlah badik milik warga yang disebut belum dikembalikan. Menurutnya, badik tersebut dititipkan kepadanya untuk keperluan ritual atau "dibaca-baca" guna mengetahui kecocokan maupun sebagai bagian dari pengobatan spiritual.
"Orang datang sendiri minta tolong ke rumah. Tidak ada paksaan. Badik itu untuk dibaca-baca, melihat cocok atau tidak," katanya.
Baca Juga : Warga Welee Ajak Korban Lain Melapor, Sebut Dugaan Penipuan Erwin Sudah Lama Meresahkan Lingkungan
Erwin menjelaskan, saat meninggalkan rumah kontrakannya karena situasi mulai memanas, berbagai barang milik warga masih berada di rumah tersebut. Namun, menurut pengakuannya, seluruh barang itu kini sudah diambil kembali oleh pemiliknya.
"HP ada di rumah semua, barang-barang sudah diambil semua. Alhamdulillah sudah tidak ada lagi yang tertinggal," ucapnya.
Menanggapi persoalan badik milik Norman yang disebut menjadi pemicu terjadinya dugaan penganiayaan terhadap dirinya, Erwin membantah telah sengaja menukar badik tersebut.
Ia mengaku sebelum badik dikembalikan, istrinya bahkan sempat melakukan panggilan video kepada keluarga Norman untuk memastikan bahwa badik yang akan diserahkan merupakan barang yang benar.
"Sebelum diantar, istri saya video call dulu menanyakan apakah itu benar badiknya. Saat diserahkan, ternyata setelah dibuka disebut bukan badik yang dimaksud," jelasnya.
Erwin juga membantah adanya permintaan uang damai sebesar Rp25 juta sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.
"Tidak ada saya minta uang Rp25 juta. Tidak ada juga persoalan itu," tegasnya.
Ia mengaku berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
"Saya sudah ikhlas. Mudah-mudahan semua persoalan ini bisa selesai dengan baik," katanya.
Baca Juga : Korban Mengaku Rp9 Juta Belum Dikembalikan, Dugaan Penipuan Erwin Kembali Diungkap Warga Welee
Sebelumnya, sejumlah warga Wele'e mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan berbagai modus, mulai dari penitipan uang untuk ritual, peminjaman badik, cincin emas hingga barang lainnya. Warga juga meminta aparat kepolisian mengusut seluruh laporan yang berkaitan dengan dugaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Polsek Belawa belum memberikan keterangan resmi terkait substansi dugaan penipuan yang disampaikan sejumlah warga maupun klarifikasi yang disampaikan Erwin. BERITAWAJO.ID akan terus mengupayakan konfirmasi kepada penyidik guna memperoleh penjelasan resmi sehingga pemberitaan tetap berimbang.(Tim)
Editor : Edi Prekendes




