BERITAWAJO.ID, BELAWA – Setelah pengakuan Hj. Uli yang mengaku uang Rp9 juta miliknya belum dikembalikan usai diserahkan kepada Erwin dengan alasan akan "dibaca-baca" untuk pelaris usaha, kini warga Welee kembali angkat bicara dan mengajak korban lain agar berani melapor ke polisi.
Salah seorang warga Welee berinisial HSK menuturkan, apabila sejak awal warga mengetahui adanya dugaan penipuan yang dilakukan Erwin terhadap masyarakat, maka yang bersangkutan tidak akan dibiarkan tinggal di lingkungan tersebut.
"Kalau dari awal kami tahu dia seperti itu, tentu tidak kami biarkan tinggal di sini. Ternyata korbannya sudah banyak, hanya saja banyak yang takut atau malu untuk melapor," ujarnya kepada BERITAWAJO.ID.
Menurut HSK, modus yang diduga dilakukan Erwin tidak hanya meminta uang dengan alasan ritual atau "dibaca-baca", tetapi juga meminjam barang milik warga, seperti badik, telepon genggam hingga kendaraan, yang menurut pengakuan warga kerap tidak dikembalikan sesuai kesepakatan.
Ia mengaku selama ini banyak warga percaya karena Erwin mengaku memiliki kemampuan spiritual. Bahkan, kata HSK, sejumlah warga menyerahkan badik agar "dibacakan" dengan harapan membawa keberuntungan.
"Orang percaya karena mengaku bisa membacakan badik supaya membawa berkah. Tapi menurut pengakuan warga, ada yang badiknya tidak kembali, bahkan ada yang ditukar dengan badik lain," katanya.
HSK menyebut dirinya pernah membantu mengumpulkan puluhan badik milik warga yang berada di rumah kontrakan Erwin setelah banyak pemilik datang mencarinya.
"Kurang lebih sekitar 20 badik pernah saya amankan dan saya kembalikan kepada pemiliknya. Tapi khusus badik milik Norman, menurut pengakuannya, bukan itu badik yang dipinjamkan sehingga itulah yang membuat dia marah," jelasnya.
Selain itu, HSK juga mengungkap adanya keluhan dari pemilik mobil rental yang mengaku kendaraannya tidak dikembalikan sesuai waktu yang diperjanjikan.
"Katanya pinjam satu hari satu malam, tetapi sampai tiga hari belum dikembalikan. Nomor telepon juga tidak aktif sehingga pemilik kendaraan panik," ungkapnya.
Tak hanya itu, HSK mengaku mendengar cerita dari sejumlah warga bahwa Erwin juga kerap meminta telepon genggam untuk "dibaca-baca" maupun meminta hewan, seperti ayam berwarna putih, yang disebut akan digunakan dalam ritual tertentu.
Meski demikian, seluruh keterangan tersebut masih berupa pengakuan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses hukum.
HSK pun mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban agar tidak lagi memilih diam.
"Kalau memang ada yang merasa menjadi korban, silakan datang ke rumah kami atau langsung melapor ke Polsek Belawa. Jangan hanya diam setelah kejadian ini. Kalau memang ada bukti dan merasa dirugikan, lebih baik disampaikan supaya semuanya bisa diproses sesuai hukum," tegasnya.
Baca Juga : Korban Mengaku Rp9 Juta Belum Dikembalikan, Dugaan Penipuan Erwin Kembali Diungkap Warga Welee
Sebelumnya, BERITAWAJO.ID memberitakan pengakuan Hj. Uli yang mengaku mengalami kerugian Rp9 juta setelah menyerahkan uang kepada Erwin karena dijanjikan akan "dibaca-baca" sebagai pelaris usaha anaknya. Hingga kini, menurut pengakuannya, uang tersebut belum dikembalikan meski telah berlalu sekitar lima bulan.
Sementara itu, Norman saat ini menjalani proses hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap Erwin. Keluarga Norman menilai peristiwa tersebut dipicu akumulasi kemarahan warga atas berbagai dugaan perbuatan Erwin.
Hingga berita ini diterbitkan, BERITAWAJO.ID masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Erwin maupun pihak Polsek Belawa terkait berbagai pengakuan warga tersebut. Seluruh dugaan yang disampaikan narasumber masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.(Tim)
Editor : Edi Prekendes




