-->

Iklan

Warga Lautang Balas Pernyataan Gubernur, Aksi Tanam Pisang Berlanjut: "Kalau Tak Didengar, Besok Tanam Jagung"

REDAKSI
Selasa, 07 Juli 2026, 11:49 PM WIB Last Updated 2026-07-07T15:52:54Z


BERITAWAJO.ID, BELAWA – Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang menyebut "semakin ditanami pisang, semakin saya tidak kerja" terkait aksi tanam pisang di jalan rusak, justru memicu respons keras dari warga Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo.


Melalui pernyataan sikap yang disampaikan pada Selasa (7/7/2026), warga menegaskan aksi tanam pohon pisang bukan bertujuan mencari sensasi ataupun menantang pemerintah. Aksi tersebut disebut sebagai simbol kekecewaan setelah puluhan tahun jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) rusak parah tanpa penanganan yang memadai.


Dalam pernyataannya, warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Berbagai upaya penyampaian aspirasi disebut telah dilakukan, namun hingga kini belum membuahkan hasil.


"Kami sudah mengadu. Kami sudah bersabar. Tapi hingga hari ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum juga memberikan perhatian," demikian bunyi pernyataan warga.


Warga menegaskan, pohon pisang ditanam bukan karena ingin menghalangi lalu lintas, melainkan sebagai bentuk kritik terhadap kondisi jalan yang dinilai sudah lebih menyerupai kebun daripada infrastruktur penghubung antarwilayah.


"Bukan karena kami suka bertani di aspal. Tapi karena kondisi jalan ini sudah seperti kebun. Lebih cocok ditanami pisang daripada dilewati kendaraan," tulis warga.


Baca Juga : Jalan Provinsi Wajo–Sidrap Rusak Puluhan Tahun, Warga Tanam Pisang di Tengah Malam: "Ini Tangisan Kami, Bukan Sekadar Protes"



Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera mengambil langkah konkret memperbaiki ruas jalan tersebut. Menurut mereka, jalan Wajo–Sidrap merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga mobilitas masyarakat di dua kabupaten.


Pernyataan warga itu juga memuat sindiran yang menjadi perhatian publik.

"Jika hari ini tidak didengar, maka besok kami akan tanam jagung. Jika masih diam, lusa kami akan panen."


Pernyataan tersebut menjadi simbol kekecewaan mendalam sekaligus harapan agar pemerintah segera memberikan solusi nyata, bukan sekadar respons terhadap aksi protes masyarakat.


Baca Juga : Andi Sudirman: Semakin Tanam Pohon Pisang, Semakin Saya Tidak Kerja Jalan Itu




Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah tetap bekerja berdasarkan perencanaan dan program pembangunan. Ia juga menyatakan tidak ingin aksi tanam pisang dijadikan cara untuk menentukan prioritas pembangunan jalan.


Di sisi lain, warga Desa Lautang berharap polemik ini menjadi momentum dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kebutuhan dasar berupa infrastruktur jalan yang layak dapat segera diwujudkan.


Menilai persoalan ini semestinya menjadi ruang evaluasi bersama. Aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai perlu mendapat perhatian, sementara pemerintah juga memiliki kewajiban menjelaskan prioritas pembangunan secara terbuka. Dengan komunikasi yang baik dan langkah nyata di lapangan, polemik tanam pisang di jalan provinsi diharapkan dapat berakhir dengan perbaikan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.(Tim)


Editor : Edi Prekendes 


Komentar

Tampilkan

  • Warga Lautang Balas Pernyataan Gubernur, Aksi Tanam Pisang Berlanjut: "Kalau Tak Didengar, Besok Tanam Jagung"
  • 0

Terkini

Topik Populer