BERITAWAJO.ID, BELAWA – Pemerintah Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan menyusul respons cepat pemerintah terhadap aksi penanaman pohon pisang di ruas jalan provinsi Belawa–Lautang yang sempat viral di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Lautang, Rustam, dalam video yang diterima BERITAWAJO.ID, Rabu (8/7/2026).
"Mewakili masyarakat Desa Lautang, kami mengucapkan permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan atas respons yang telah diberikan terhadap aksi masyarakat kami," ujar Rustam.
Ia menjelaskan, sebagai bentuk tindak lanjut atas komunikasi yang terjalin dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah desa bersama masyarakat telah melakukan pembersihan seluruh pohon pisang yang sebelumnya ditanam di sepanjang ruas jalan provinsi tersebut.
"Alhamdulillah pada pagi hari ini kami dari pemerintah desa sudah melakukan pembersihan tanaman pohon pisang di sepanjang ruas jalan Desa Lautang," katanya.
Menurut Rustam, kegiatan pembersihan dilakukan bersama unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, masyarakat, serta didampingi petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Selatan yang turun langsung meninjau kondisi jalan.
"Kami juga didampingi anggota dari PU Provinsi bersama BPD, kepala dusun, dan masyarakat melakukan pembersihan tanaman pohon pisang," ujarnya.
Rustam juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas PU Provinsi Sulawesi Selatan yang telah merespons aspirasi masyarakat dengan turun langsung melihat kondisi ruas jalan Belawa–Lautang.
Selain itu, ucapan terima kasih disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arief, yang dinilai aktif menjembatani aspirasi masyarakat hingga mendapat perhatian pemerintah provinsi.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Sufriadi Arief, yang langsung memberikan respons dan solusi terbaik terhadap aspirasi masyarakat kami," tuturnya.
Berawal dari Aksi Protes Warga
Sebelumnya, warga Desa Lautang melakukan aksi menanam pohon pisang di sejumlah titik ruas jalan provinsi Belawa–Lautang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Aksi tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Sufriadi Arief menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyempurnakan desain penanganan ruas jalan Belawa–Lautang.
Dari hasil penyempurnaan tersebut, total panjang penanganan direncanakan menjadi 22,4 kilometer, meliputi 1,3 kilometer pemeliharaan rutin, 7,8 kilometer pemeliharaan kondisi, dan 13,2 kilometer rekonstruksi jalan.
Sementara untuk segmen STA 22 hingga STA 28 di kawasan Kampung Lautang, menurut Sufriadi, diperlukan pembangunan jalan baru dengan alokasi anggaran tersendiri karena kondisi kerusakannya tidak memungkinkan ditangani melalui rekonstruksi biasa.
Masyarakat Desa Lautang kini berharap respons pemerintah tersebut segera diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan pembangunan di lapangan, sehingga akses utama penghubung Kecamatan Belawa menuju wilayah perbatasan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dapat kembali berfungsi dengan baik dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.(Tim)
Editor: Edi Prekendes



