BERITAWAJO.ID, TANASITOLO – Kepala SDN 34 Palipu, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Ismail, S.Pd, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Pendidikan segera melakukan pembebasan lahan sekolah yang hingga kini masih berstatus milik warga serta memperbaiki sejumlah ruang belajar yang kondisinya mulai memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan Ismail saat ditemui BERITAWAJO.ID, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, berdasarkan data yang pernah dilihat, SDN 34 Palipu berdiri sejak tahun 1978 dan hingga kini masih memiliki enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang kantor, serta dua unit toilet.
"Kalau menurut data yang pernah saya lihat, sekolah ini didirikan tahun 1978," ujar Ismail.
Ia menjelaskan, sebagian bangunan sekolah telah mendapatkan renovasi. Namun, masih terdapat ruang kelas dan ruang kantor yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama karena kondisi plafon yang rusak dan bocor.
"Yang masih membutuhkan perbaikan itu ruang kelas VI dan ruang kantor. Plafonnya sudah rusak," katanya.
Selain itu, kondisi bangunan yang berada di atas lahan yang belum dibebaskan juga mulai mengalami kerusakan. Ruang kelas III, IV dan V disebut mengalami kebocoran, lantai rusak, hingga beberapa bagian jendela yang juga membutuhkan perbaikan.
"Ruangan kelas III, IV dan V sudah cukup memprihatinkan. Plafonnya bocor, lantainya rusak, termasuk beberapa jendelanya," ungkapnya.
Lahan Masih Milik Warga
Ismail mengatakan, sebagian lahan yang ditempati bangunan sekolah hingga saat ini belum menjadi aset pemerintah daerah karena masih berstatus milik warga.
Menurutnya, pemilik lahan telah mengajukan permohonan dan menyatakan kesediaannya untuk menjual lahan tersebut kepada pemerintah.
"Permohonannya sudah ada. Pemilik lahannya juga sudah siap menjual," jelasnya.
Usulan pembebasan lahan tersebut, lanjut Ismail, pernah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo. Namun hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut.
"Kami sudah pernah mengusulkan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi kelanjutannya," katanya.
Ia berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan proses ganti rugi sehingga lahan sekolah dapat menjadi aset resmi pemerintah. Dengan demikian, sekolah akan lebih mudah memperoleh bantuan pembangunan di masa mendatang.
"Harapan kami, lahannya segera dibebaskan supaya menjadi aset daerah dan nantinya sekolah bisa mendapatkan bantuan pembangunan," harapnya.
Miliki 43 Siswa
Saat ini SDN 34 Palipu memiliki 43 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI.
Jumlah tersebut tergolong sedikit karena di Desa Palipu terdapat tiga sekolah dasar, yakni SDN 34 Palipu, SDN 365, serta Madrasah Ibtidaiyah As'adiyah, sehingga jumlah peserta didik terbagi di masing-masing sekolah.
Selain itu, menurut Ismail, masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan juga menjadi salah satu kendala anak-anak untuk masuk sekolah.
"Kami berharap pemerintah desa bersama masyarakat dapat meningkatkan kesadaran mengurus administrasi kependudukan sehingga anak-anak bisa lebih mudah mengakses pendidikan," ujarnya.
Guru Olahraga Masih Kosong
Di sisi lain, Ismail menyampaikan bahwa SDN 34 Palipu saat ini telah memiliki guru kelas yang lengkap untuk enam rombongan belajar. Namun sekolah masih membutuhkan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
"Guru kelas sudah lengkap, tetapi guru olahraga masih kosong. Operator sekolah sudah ada," tutupnya.(Tim)
Editor : Edi Prekendes


