BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Sebuah unggahan di media sosial yang berisi kritik terhadap kondisi jalan provinsi di Kabupaten Wajo menjadi perbincangan warganet. Dalam unggahan tersebut, seorang warga menilai Pemerintah Kabupaten Wajo perlu lebih aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (13/07/26).
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa meskipun jalan yang rusak merupakan jalan provinsi yang pembangunannya menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Wajo dinilai tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mendesak pemerintah provinsi agar mempercepat penanganannya.
"Meskipun ini adalah jalan provinsi yang dibangun menggunakan APBD provinsi, bukan tanggung jawab secara langsung Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo. Tapi Bapak Bupati Wajo beserta Wakilnya wajib meminta dan mendesak provinsi untuk memperjuangkan warganya," tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga meminta agar pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap proses pengerjaan jalan agar kualitas pekerjaan tidak dilakukan secara asal-asalan, khususnya di wilayah Desa Lautang, Kecamatan Belawa, yang beberapa waktu terakhir menjadi sorotan akibat kerusakan jalan.
Penulis unggahan turut menyinggung potensi sumber daya alam Kabupaten Wajo, mulai dari gas bumi, sektor pertanian, perikanan hingga tambang material. Menurutnya, kekayaan alam tersebut memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara, sehingga masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di Wajo mendapat perhatian yang lebih besar.
"Wajar kalau rakyat Wajo menuntut perbaikan jalan. Kekayaan alam Wajo diambil, sementara jalan di daerah sendiri masih banyak yang rusak," tulisnya.
Baca Juga : Andi Sudirman: Semakin Tanam Pohon pisang, Semakin Saya Tidak Kerja Jalan Itu
Unggahan tersebut juga kembali mengangkat pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan yang sempat menjadi perhatian publik saat polemik aksi penanaman pohon pisang di jalan rusak Desa Lautang, yakni, "Semakin kau tanami pisang, semakin saya tidak kerjakan." Pernyataan itu kembali memicu beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial.
Sejumlah warga berharap komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Wajo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus ditingkatkan agar penanganan jalan provinsi yang melintasi wilayah Wajo dapat dipercepat, mengingat ruas tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Wajo maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait unggahan yang beredar di media sosial tersebut.
BERITAWAJO.ID membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut atau berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Tim)
Editor : Edi Prekendes



